Kategori
Tidak Dikategorikan

Pembukaan Kegiatan LKMM, Himpunan Mahaswa Manajemen

Penulis : Taufik Bahri

Foto Pembukaan Kegiatan LKMM

, 17 Juni 2021. Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu melaksanakan Pembukaan Kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Manajemen (LKMM) Tahun 2021. Dimana pada Pembukaan Kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Bapak Rezal, S.E., M.M sebagai Ketua Prodi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu.

Lebih lanjut, Bapak Rezal menyampaikan kegiatan LKMM ini adalah wadah bagi mahasiswa baru untuk belajar serta kegiatan ini adalah ajang transformasi ilmu pengetahuan dari Senior ke Junior. sedikit bercerita tentang pengalamannya sewaktu masih menjadi Mahasiswa Baru di Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu, beliau mengungkapkan “Tahun 2005, saya juga pernah duduk seperti kalian para peserta LKMM, dan hingga saat ini materi yang sampaikan oleh senior masih tetap tersimpan di ingatan walaupun sudah 15 tahun lamanya. Hal ini menandakan bahwa kegiatan ini sangat berguna bagi mahasiswa.” Tutupnya.

Kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Manajemen Tahun 2021, diikuti sedikitnya 37 Peserta. Dimana beberapa orang diantaranya, para peserta tersebut adalah dari Angkatan Tahun 2019.

Sebagai Angkatan Tahun 2019, Nazma yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen juga turut menyampaikan dalam sambutannya “Kegiatan LKMM ini bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan serta menambah wawasan cakrawala berpikir bagi mahasiswa. Jadi kegiatan ini bukan hanya diperuntukkan untuk mahasiswa baru saja, akan tetapi juga terbuka untuk mahasiswa yang belum pernah mengikuti proses pengkaderan di LKMM”.

“Dan besar harapannya, kegiatan ini bisa mendorong mahasiswa untuk lebih aktif, kreatif dan berakhlakul Karimah seperti yang dicita-citakan oleh Guru Tua sebagai pendiri Yayasan Alkhairaat yang berpusat di Sulawesi Tengah”. Tutur Nazma.

Kategori
Tidak Dikategorikan

Mahasiswa Fekon Unisa Palu, Melakukan Aksi Bantuan Sosial di Desa Beka Kecamatan Marawola.

Penulis : Taufik Bahri

Sigi, Minggu 28 Maret 2021. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu melakukan aksi bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Banjir di Desa Beka, Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Aksi bantuan sosial ini, dilaksanakan oleh 3 Lembaga Kemahasiswaan, yakni Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Iguana, Himpunan Mahasiswa Manajemen serta dibantu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu.

Akibat dari Bencana Banjir yang terjadi pada hari Jum’at 26 Maret 2021 tersebut, banyak rumah warga yang terendam lumpur dan para korban banjir sangat membutuhkan uluran tangan baik berupa materil maupun non materil. Rahmat, Ketua Umum Mapala Iguana mengatakan bahwa empat orang anggotanya di malam kejadian telah datang di lokasi untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak bencana. Lebih lanjut, dalam keterangannya “Dua hari setelah kejadian bencana banjir, sebanyak 14 orang dikerahkan untuk membantu membersihkan sisa-sisa lumpur di masuk di rumah warga.

Selain ikut membantu membersihkan sisa-sisa lumpur di rumah warga, para Mahasiswa juga memberikan sedikit bantuan air kemasan sebanyak lima dos. Adapun bantuan itu langsung diberikan kepada warga yang terdampak. “ Kami warga Desa Beka menyambut baik kedatangan adik-adik sekalian dan kami sangat berterimakasih atas bantuan air bersih serta bantuan tenaganya karena sudah meringankan beban kami”. Ungkap Pak Suparman, warga Dusun 3 Desa Beka.

Aksi sosial yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu, banyak mengalami kendala saat di lapangan terutama kurangnya alat untuk membersihkan sisa-sisa lumpur dan secara terpaksa hanya menggunakan alat seadanya. Namun, dengan banyaknya anggota relawan yang turut berpartisipasi serta dibantu juga oleh warga, kekurangan yang ada bisa teratasi karena adanya semangat persatuan dan kerjasama.

Saat ditemui, Rahmat juga mengungkapkan harapannya agar warga yang terdampak bencana banjir bisa bersabar dan tabah. “Harapannya para warga bisa menerimah cobaan ini dengan lapang dada karena cobaan ini sifatnya hanyalah sementara. Harapan selanjutnya, semoga kedepannya Pemerintah Kabupaten Sigi memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar dapat waspada ketika musim penghujan tiba”. Tutup Rahmat.

Kategori
Tidak Dikategorikan

Sah, Rahmat/Kompas Terpilih Sebagai Ketua Umum Mapala Iguana Periode 2021-2022

Penulis : Taufik Bahri

Palu, Rabu 20 Januari 2021. Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Iguana Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu, melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) yang ke – 8 Periode Tahun 2021-2022. Mubes tersebut, mengangkat Tema “Mewujudkan Kepemimpinan Yang Berintegritas Serta Totalitas Menuju Restorasi Dengan Gaya Baru” yang bertempat di Ruang Ujian Lantai 2 Fakultas Ekonomi.

Sebelum membahas siapa dan bagaimana sosok pemimpin selanjutnya, para peserta sidang saling saling beradu argument mengenai AD/ART Mapala Iguana Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu agar dapat dijadikan Fondasi atau Rujukan Organisasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Selanjutnya, pembahasan panjang pula terjadi ketika pembahasan mengenai Garis Besar Haluan Organisasi (GBHK), yang dimana peserta sidang yang berjumlah 26 orang saling mempertahankan argumentnya masing-masing.

Kegiatan yang dilaksanakan selama Delapan hari tersebut, dimulai pada Tanggal 12-20 Januari 2021. Kegiatan Mubes tersebut berlangsung alot dan terjadi perebatan panjang mengenai siapa dan bagaimana sosok pemimpin selanjutnya. Namun, dalam pelaksanaan Mubes yang panjang itu hanya ada Satu kandidat yang berhasil melalui tahap penyeleksian berkas dan tahap kriteria bakal Calon yakni Saudara Rahmat/Kompas.

Saudara Rahmat/Kompas sendiri, dalam pemaparan Visi dan Misinya begitu detail, rinci serta terencana mulai dari hal gagasan sampai pada hal teknis, yang dimana Visi dan Misi tersebut bertujuan untuk menjadikan Mapala Iguana Fakultas Ekonomi Universitas Palu lebih maju dari sebelumnya dan menjadi pilihan para Mahasiswa sebagai media untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi dan Visi Misi Universitas Alkhairaat Palu.

Rahmat/Kompas mengungkapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya terhadap do’a dan dukungan kepada peserta sidang Mubes hingga ia terpilih menjadi Ketua Umum Mapala Iguana Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu Periode Tahun 2021-2022. “saya sangat berterimakasih kepada kalian semua, karena atas do’a dan dukungannya saya bisa terpilih menjadi Ketua Umum Mapala Iguana, harapannya kedepan semoga hubungan antar anggota bisa makin erat dan semakin kompak karena ketika melakukan suatu kegiatan akan membutuhkan sinergitas antar anggota”. Ungkapnya.

Kategori
Tidak Dikategorikan

Bagi-bagi Takjil, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu.

Penulis : Taufik

Palu, Jum’at 23 April 2020. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu mengadakan pembagian Takjil untuk berbuka puasa yang bertempat di depan Kampus Unisa Palu Jl. Pangeran Diponegoro Kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat. Kegiatan tersebut di inisiasi oleh Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Unisa Palu yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunanan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Iguana Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu.

Para Mahasiswa yang diinisasi oleh Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu sendiri, membagikan takjil untuk berbuka puasa sebanyak 150 Dos nasi bungkus. Yang dimana pembagian takjil itu dibagikan kepada para pengendara Jalan Trans Sulawesi yang dimulai dari Pukul 16.00 – 17.30 Wita.

Pembagian takjil untuk berbuka puasa ini, bertujuan untuk mempererat tali silatuhrahmi di bulan ramadhan serta bentuk pengabdian mahasiswa Fakultas Ekonomi Unisa Palu kepada masyarakat. “Semoga dengan diadakannya kegiatan ini, dapat mempererat Tali Silatuhrahmi kami kepada masyarakat Kota Palu dan sekitarnya. Dan tentunya dapat mendatangkan manfaat bagi kita semua” Ucap Nazma, Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu.

Lebih lanjut, Nazma mengatakan “Kami adalah mahasiswa Universitas Alkhairaat, seperti yang kita ketahui, bahwa Kata Alkhairaat itu yang berarti kebaikan. Olehnya, dibulan yang suci ini adalah ajang bagi kita untuk dapat berlomba-lomba mengerjakan kebaikan dan semoga kegiatan ini juga mendapat Ridha dari Allah SWT”.

Para pengendara yang melewati Jl. Pangeran Diponegoro juga terbantu dengan diadakannya kegiatan bagi-bagi takjil tersebut, seperti Pak Andi, seorang pengendara Jalan Trans Sulawesi. ”kami berterimah kasih kepada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu, karena dengan adanya pembagian Takjil seperti ini sudah membantu dan sangat bermanfaat bagi kami menuju perjalanan kami ke Makassar. Harapannya, pembagian takjil seperti ini dapat meningkatkan hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat”. Ucapnya.

Kategori
Tidak Dikategorikan

“KAMI DIBUNGKAM, LALU BINGUNG BERLINDUNG KEPADA SIAPA”

Penyair : Irfan Coly
Salam Demokrasi Nasional
Hidup Mahasiswa

Foto : Irfan Coly

Rezim boneka Jokowi-Ma’aruf merupakan representasi dari para borjuasi komprador dan tuan sebagai perwakilan imperialisme AS didalam Negri. Kedua klas tersebut merupakan musuh nyata bagi kaum Tani dan seluruh rakyat Indonesia yang jumlahnya sedikit tetapi menguasai 40% lebih tenaga produktif Indonesia. Tenaga kerja, kapital, tanah dan kekayaan alam sejak 1949. Selama era Pandemi Covid-19 dengan terang memperlihatkan dominasi imperialisme dan inferiotas Indonesia ketidakmampuan bangsa ini dalam menanganin penyakit ini dan begitu saja mengikuti hegomoni imprealis. Bahkan instrumen utang luar Negri dan investasi adalah mesin utama dalam penanganan Covid-19 telah membuat kaum tani, kaum miskin kota lainnya semakin jatuh dalam sewa tanah, sehingga dampak ke Pendidikan saat ini. Misalnya, UKT Dan BPP semakin mengcekik. Apakah Negara hanya melihat segelintir orang saja? Padahal sebagaimana dalam KOMPAS.Com- Bahawa Pendidikan merupakan sarana utama pembentukan generasi penerus bangsa. Semakin maju kualitas Pendidikan, maka semakin maju pula Negara tersebut. Guna meningkatkan layanan Pendidikan yang berkualitas.

Hari ini realitas yang kita lihat di Universitas Alkhairaat. Atau, rumah kita sendiri. Semakin tahun biaya Pendidikan melangit, dari sudut pandang bahwa Negara saat ini tidak pro terhadap kaum tani dan kaum miskin kota lainnya. Artinyan, bahwa Pendidikan kita sekarang lagi sakit. Yang lebih dramatis ketika kita datang ke mahasiswa propaganda dan mobilisasi massa aksi untuk demonstrasi terkait tuntutan biaya kuliah Pendidikan karena Pendidikan kita lagi sakit, sehingga dengan gerakan itu, kita dapat mengobati lukanya. Tapi mereka berkata apa, kalian yang turun ke jalan itu bagian dari orang gila, atau kalian PKI.

Seharusnya pihak birokrat kampus mendukung dan mendorong hak sesuai demokrasi, bukan di tindas Mahasiswa. Dan itu terjadi di Universitas Alkhairaat, sebab beberapa hari lalu saya berdiskusi lansung dengan kawan-kawan Mahasiswa Pertanian, angkatan 2015 dan Mahasiswa 2020, Unisa. Tepat di sekretariat Agripala. Guna mendiskusian terkait situasi dan kondisi kampus saat ini. Dua pihak berdiskusi panjang lebar, hingga ara pukul jam 07.23 waktu suara azan menggema di sudut senja. Diskusipun reda, amarahnya dan antusias kawan-kawan semakin menjalar dan membuka cakrawala berpikir hingga ke nalar kritis Mahasiswa. Tandasnya seorang kawan; Bung Irfan, kampus hari ini tidak akan baik-baik jika kita tidak melakukan aksi. Sebab dengan aksi itu, kita bisa menyampaikan aspirasi kepada birokrat kampus yang selama ini mereka tidak pro terhadap Mahasiswa entah itu transpransi uang kemahasiswaan dan ketidakadanya Presiden Mahasiswa, maka kita upaya semaksimal mungkin harus boikot kampus tsb. Agar Mahasiswa lain mengeri dengan adanya keadaan Nagara. Sebab dengan demonstrasi maka pula kita akan bisa keluar dari belenggu kebodohan ini. Tapi, sekitika itu datang seorang Dosen berinisial (R), ia berkata demikian; untuk apa, dan tujuan apa kalian aksi besok. Kalau benar-benar kalian melakukan aksi besok, kalian akan saya tanda satu per satu biar kalian tahu jahatnya kami sebagai Dosen. Selepas itu ada seorang kawan bercandaan dengan dosen, Hammmaaaa, jangan begitu leee pak.

Dengan stekmen demikian, mahasiswa satu per satu dilema, yang tadinya antusias api-api berkurang drastis sehingga tidak dapat realisasi skenario aksi itu. Sebab mahasiswa takut karena meraka akan cabut bidik misi bagi yang dapat setiap Mahasiswa. Dari watak borjuasi itu kita bisa simpulkan bahwa seolah-olah kita dibododohi oleh alat legitimasi Negara, misalnya Beasiswa dll. Padahal itu merupakan alat konspirasi untuk menakuti mahasiswa yang masih cari jati dirinya, sehingga mahasiswa lain pukul mundur. Substansinya bahwa Negara saat ini masih berselingkuh dengan imperealisme.
Data ini, bukan hasil manipulasi melainkan data menta yang lansung riset atau investigasi. Bahwa kampus Universitas Alkhairaat masih minim Mahasiswa yang berjiwa progresif dan revolusioner. Artinya mahasiswa masa kini kehilngan roh dan kodrat berpikir masa kini, sehingga mereka lebih takut dosen dibandingkan problem klas orang tua di kampung halaman, atau mereka lebih suka ditindas begitu saja? Padahal itu bagian dari sumber legitimasi mahasiswa agar kalian-kalian takut dengan birokrat kampus. Sebagaimana “Soe Hok Gie” berkata dalam bait puisinya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah dalam kemunafikkan.

Kesimpulannya, harapan kami agar pihak kampus lebih dewasa memahami krakteristik dan psikologi Mahasiswanya. Bukan diskriminatif atau memarjinalkan mahasiswa, ketika sudah tahkta? Sebab kami pun tidak berpikir subjektif terhadap birokrat jika itu memuaskan dibanak kami. Jika deskripsi diatas diabaikan, tentu kami tidak akan diam sebagaimana “Wiji Thukul” berkata; Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya satu kata LAWAN.

Sekian,

Kategori
Tidak Dikategorikan

Pemerintah Desa Baluase, Beri Apresiasi Kegiatan Marketing BEM Fekon Unisa

Penulis : Taufik Bahri

Logo Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat Palu

Pemerintah Desa Baluase mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Masa Orientasi Akademik dan Studi Lingkungan (Marketing) tahun 2020. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Baluase, Syarifuddin, S.E., di Kantor Desa Baluase, Senin (28/12/2020).

Salah satu alasannya memberikan apresiasi terhadap kegiatan Marketing adalah program positif yang dilaksanakan oleh mahasiswa melalui penanaman pohon. Oleh sebab itu, ia berharap agar kerjasama dapat terus dilanjutkan.

“Dengan diadakannya kegiatan ini di Desa Baluase harapan ke depannya komunikasi dan kerjasama antar kedua belah pihak akan terus terjalin,” ungkapnya.

Selain apresiasi dari Kepala Desa Baluase, sambutan baik juga diberikan oleh Kepala Dusun 3 Desa Baluase.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami untuk mengurangi resiko bencana sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan Masa Orientasi Akademik dan Studi Lingkungan (Marketing) Tahun 2020 dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Unisa Palu. Kegiatan rutin setahun sekali itu dihelat pada 18-20 Desember 2020 di Sekolah Satu Atap Desa Baluase, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

Kegiatan di atas terselenggara berkat kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Mapala Iguana Fakultas Ekonomi Unisa Palu. Sebagai ajang pengenalan akademik dan studi lingkungan, kolaborasi tiga lembaga di Fakultas Ekonomi tersebut mengadakan kegiatan penanaman pohon produktif dengan mengusung tema “Satu Pohon Sejuta Manfaat”.

Kategori
Tidak Dikategorikan

SulBar Kembali Gempa Berkekuatan 6.2 Magnetudo.

Penulis : Taufik Bahri

Foto : Serah Terimah Bantuan Logistik Fakultas Ekonomi Unisa Palu

Jum’at 15 Januari 2021, Sul-Bar kembali gempa berkekuatan 6.2 Magnetudo. Dimana gempa tersebut terjadi pada pukul 02.28 Wita. Sebelumnya, gempa dengan skala 5.9 Magnetudo juga mengguncang Sulbar pada hari kamis Pukul 14.35 Wita.
Gempa yang terjadi mengakibatkan banyaknya bangunan yang mengalami kerusakan parah. Termasuk juga Hotel Maleo, Kantor Gubernur SulBar, serta RSUD Mamuju mengalami kerusakan parah. Sementara di Kabupaten Majene, gempa itu menyebabkan longsor pada tiga titik di sepanjang jalan poros Majene-Mamuju, yang menyebabkan akses jalan terputus. Di wilayah ini dilaporkan pula setidaknya 300 unit rumah rusak dan jaringan listrik mengalami pemadaman.

BPBD Majene menginformasikan longsor di tiga titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju sehingga menyebabkan akses jalan terputus. Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih menyisir lokasi terdampak gempa guna mengevakuasi korban.
Merespons kondisi ini, BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.

Tidak hanya mengalami kerusakan pada bangunan, gempa yang terjadi dua kali tersebut juga mengakibatkan 34 orang Korban meninggal dunia, dengan rincian 26 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane.

Adapun jumlah orang yang mengungsi telah mencapai setidaknya 15.000 jiwa, yang tersebar di sejumlah desa. Mereka mengungsi tersebar di sejumlah tempat, antara lain Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, serta Desa Deking. Lainnya, mereka mengungsi di sejumlah lokasi di Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda dan Kecamatan Sendana.

Kategori
Tidak Dikategorikan

MEMBACA REALITAS DINAMIKA KAMPUS, YAKNI UNIVERSITAS ALKHAIRAAT (UNISA) di Palu Sulawesih Tengah

Penulis ; Irfan Coly

Sebab dunia kampus adalah merupakan tempat moniatur kecil, yang setiap saat akan berubah bentuk? Entah pembangunannya atau wujudnya Mahasiswa? Setelah itu, tentu dalam sentralnya kampus tersebut, kelompok bermacam suku, etnis, bahkan budaya sekalipun ada dalam prencian itu. Demekian, kita bisa akan berspekulasi hal-hal tersebut, berdasarkan objektif. Bahwasannya Mahasiswa adalah bukan Mahasiswa lokal melainkan daerah lain yang bernaung dibawah payung PTN. Perguruan Tinggi. Guna melakukan impian belajar, hingga sukses kedepannya sekalipun itu proses kecil?

Dari situ, saya sudah bisa mengambil jalan alternatif untuk subsantsi akurat. Sebab pengalaman yang kemudian saya emban dalam kampus (UNISA), adalah tidak sama seperti dahulu kala, sebagaimana Senior dulu menjelaskan, dalam bait Dunia Pergerakan yakni adalah Mahasiswa adalah Agen Of Change, atau Perubahan? Ditambah lagi dengan Agen Of Control, bahkan Sosial dan Innovation. Dari kalimat diatas, apakah meraka mampu terjun lansung ke sektor masyarakat lainnya? Spekulasi pun menjadi, ternyata Mahasiswa sekarang lupa dengan akan tanggungjawab? Bukannya setiap Mahasiswa baru, ketika masuk dunia penerang tentu mereka sudah disediakan menu, yaitu; apa itu Antropologi Kampus? Mereka kaya elit intelektual jika mereka ingin upaya belajar sunggu? Tapi yang menjadi persoalan besar adalah Mahasiswa masa kini, padahal setahu saya, Mahasiswa adalah bagian dari pembawa obor perubahan. Guna untuk keluar dari belenggu pembodohan, katanya? kenapa demikan saya harus upaya walaupun ini sudah melanggar hak etika konstitusi, karena apa yang saya dapat di minggu ini tidak sesuai imaji saya. Terkadang hati saya meronta ingin melepas dahaga, walaupun amarah sudah tensi, tapi karena adanya kedewasaan sehingga bisa lepas marah dengan metodologis rasional. Sebab situasi dan kondisi kian menjadi diatas pundak identitas Mahasiswa. Yang adalah mendominasi Mahasiswa oportunisme dan apatis, mereka lebih ingin hidup sepuasnya adalah hedonisme melainkan games yang mereka utamakan dibandingkan perubahan karakteristik sebagai eksistensi Mahasiswa? Atau mereka phobia dalam hal melakukan diskusi hingga praktek? Entah, ini soal besar bahkan ditulis dalam sejarah nanti? Demikan, belakangan ini saya sudah upaya melakukan propaganda dan agitasi politik dengan Mahasiswa yang tidak sadar akan kondisi hari ini. Bahwasannya kampus merupakan dalam kondisi tidak baik-baik? Upaya pun menjadi satu konsep realistis yang seolah-olah bukan hanya teori individu melainkan pembenaran semua sektor Mahasiswa lainnya. Kurang lebih hampir seminggu saya lansung investigasi ke lapangan sekalipun saya menyapa diskusi beberapa kolega, kawan; tentang adanya kuliah secara virtual online bahkan problem saat ini, sembari bertatap agresif marah walaupun dengan narasi singkat dan objektif, sembari menjelaskan dengan prosa yang begitu marah terhadap kuliah daring yang tidak etis baginya, (tandasya disapa faldi). Alasannya adalah, yang pertama tentu Mahasiswa tak paham apa yang kemudian Dosen terkait mengutarakan materi tsb? Sebab tidak semua orang yang menggunakan daring adalah kaya raya, atau banyak uang misalnya? Tetapi dibalik topeng itu, tentu ada juga yang hidup sama sekali masih caruk-maruk; Dan bahkan kampus tersebut masih kuat budaya, misalnya nepotisme dan sekularisme. Tentu dari situ bisa kita simpulkan bahwa yang adanya hanya dominasi “pilih kasih” melainkan hanya meraka lihat dari segi keterbatasan guna untuk memperkaya kelompok dominan, yaitu keluarga belaka? Entahlah;

Dan menurut dia, secara pendekatan emasioanl bahwa sebenarnya ada keselahan besar yaitu dari pihak Birokrasi lain. Kenapa mereka sengaja pakai alat untuk dibungkam oleh Mahasiswa dengan dalil adanya “Bidik Misi dan Beasiswa” supaya Mahasiswa lain tentu takut, padahal itu juga merupakan salah satu dilema Mahasiswa yaitu bagian dari sumber kebodohan. Oleh Birokrasi sengaja upaya hal seperti itu agar seolah Mahasiswa takut akan aturan yang sudah diterapkan kebijakan berlaku, tapi mereka tak sadar bahwa itu adalah bentuk alat politik untuk menakuti Mahasiswa lain. Bukanya Mahasiswa sudah mampu membedakan antara “Maha dan Siswa” sebagaimana Pak Doktor Aris menjelaskan kepada Mahasiswa baru, yaitu (Dalam Kuliah Umum, bulan lalu 2020) bahwa Mahasiswa harus mampu bedakan, apa itu Mahasiswa dan Mahasisa, dan apa itu Fakultas dan Pikultas, serta Prodi atau Parodi. Sebab kekawatiran ini adalah Mahasiswa akan lupa semua itu yang sudah ia jelaskan bulan lalu? Sembari dan kisi-kisi langit diskusi semakin sengit, tak lain adalah dimana sebenarnya letak sejatinya seorang berlegelitas Mahasiswa? Sembari terus upaya-upaya melakukan bentuk pendidikan krateristik agar Mahasiswa yang pikiran masih setengah demensi bisa bersama kolektif ini, sebab kita akan keluar dari pintu hancur menuju masuknya suatu perubuhan bersama. Agar bunga-bunga revolusi terus bersama Mahasiswa sadar, “tandasnya RD” Menjadi seorang Mahasiswa adalah hal paling berat yang harus ditanggungjawabkan jika kita akan balik atau pulang ke asal masing-masing. Sebab setiap zaman, pasti ada zamannya. Untuk yang berkuliah dengan kampus dekat mereka selalu interaksi dengan kalangan Masyarakat setempat, jadi mereka tahu kondisi sosial yang terjadi setiap saat. Lantas pertayaannya apakah yang kuliah jauh dari kampung halaman, mampu tidak apabila ada gejolak Ekonomi lagi emergensi di halaman tersebut? Kalian harus mampu menstabilisasikan stagnan sosial Masyarakat setempat demi menjaga sebuah almamater kampus, sebab keselahan satu kata di depan masyarakat tentu dampak besarnya adalah Universitasmu. Jadilah Mahasiswa yang kaya idealisme, bukan kaya dengan pragmatisme. Jika idealisme itu sudah terbentuk kokoh, maka loyaliatas untuk memenuhi syarat ingin sebuah revolusi pasti kita emban. Guna untuk suatu upaya agar kedepan Mahasiswa lebih dewasa, jelih mengambil sebuah keputusan yang bergonta-ganti, meskipun itu dalam proses kecil tidak menjadi serta merta subjektif malapetaka? Yang adalah Mahasiswa harus benar-benar mengenal jati dirinya seorang Mahasiswa bukan pula Maha dari sisanya? Harapannya saya, kedepan kolektif ini bisa membuka wacana baru untuk demi Mahasiswa yang tak sadar akan kondisi genting. Sebab siapa lagi lagi kalau bukan hari ini, dan bukan hari esok? Yakni ketika ada orang lain yang tak paham apa itu esensi seorang Mahasiswa? Tolong bagi yang paham jelaskan kepada mereka, supaya mereka kedepan bisa dikenang sampai ke seantero di hamparan persada dunia. Sebab kolektif ini bisa terjaga efektif dan loyalitas kedepannya. Sebagaimana dalam diskriptif Ulama Moderen menjelaskan bawah, suatu ilmu adalah buruan, dan sekalipun tulisan ialah bagian dari sumber realitas objek. Jadi, ikatlah buruan itu dengan tali yang kuat. Artinya adalah, ketika sudah berpangkat sebagai Mahasiswa tentu semakin pula beban dan tanggungjawab itu semakin besar, maka substansi, Mahasiswa harus banyak membaca buku sekalipun satu lembar atau banyaknya satu bab? Dan diskusi berdua, entah dengan siapa? Lalu praktek bertiga? Baru bisa dikatakan seorang Mahasiswa yang progresif serta revolusioner. Karena akan dimana fase itu sudah penuh dengan dunia degitalisasi, tentu disitu bakat niat bersaing intektual semakin membumi;

SEKIAN DARI SAYA;

Kategori
Tidak Dikategorikan

Wisuda di Tengah Pandemi Covid-19, Universitas Alkhairaat Palu Tahun 2020-2021

Ket foto : Gedung Kedokteran.

FEKON – Pertengahan Desember lalu, kampus menyelenggerakan upacara wisudah untuk Mahasiswa Universitas Alkhairaat, ke-XXX yang sekaligus membuka wisudawan tersebut yakni Ketua Umum Yayasan Alkhairaat (H.S Ali Bin Muhammad Aljufrie) tepat ruang kedokteran ( 23/12/2020).

“Ali Bin Muhammad Aljufrie” Mengatakan, Mahasiswa dalam prosesi wisudah tahun akedimik 2019/2020 dengan cara protokol kesehatan, agar mahasiswa tetap semangat menghindari kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Dan juga siap untuk terus produktif serta inovatif nilai-nilai keagamaan di masyarakat di era pandemi Covid-19 sekarang ini. Tandasnya.

Wisudah merupakan penanda kelulusan Mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu Universitas tsb. Sebab dilansir dari wisudah tahun ini adalah berbedah daripada wisudah tahun sebelumnya, wisudah merupakan upacara peneguhan atau pelantikan bagi seseorang yang telah menempuh pendidikan. Mungkin tahun ini adalah momen sejarah besar yang mana itu merupakan di era pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

“Siti Sarah Gadean”, S.E., Mengatakan, wisudah ditengah pandemi ini, ada sedikit perasaan yang tidak menyenangkan yang saya rasakan, sebab dengan adanya pandemi orang tua saya tidak bisa hadir karena perjalanan yang jauh dari kampung halaman ke kota Palu sangat jauh, belum lagi dengan urusan surat kesehatan dan kendala lain. Katanya saat dijumpai disela-sela Asrama, Rabu 30/12/20.

Ilustrasi


Namun demikian saya berterimah kasih kepada pihak kampus, Dosen Fakultas Ekonomi yang ikut membantuh saya dalam proses awal kuliah hingga wisudah, sehingga orang tua saya masih tetap merasakan kebahagiaan meskipun tidak ikut serta mendampingi saat pelaksaan wisudah. Ungkap Sara.

Kategori
Tidak Dikategorikan

Makanan Malam Hari yang Sehat

Terkadang, memasak terasa seperti tugas berat di penghujung hari yang sibuk. Sering kali ada godaan untuk sekadar memasukkan makanan siap saji ke dalam oven atau membungkus makanan dari restoran. Tetapi menyiapkan makanan yang sederhana dan sehat untuk keluarga tidak harus sulit atau menyita waktu. Berikut beberapa hidangan cepat saji sehat yang akan Anda dan keluarga Anda sukai. Hidangan berikut bahkan dapat disiapkan sebelumnya.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai