Kategori
Berita

SEPTEMBER KU TELAH M4TI

SEPTEMBER KU TELAH MATI

“Aku seperti buku selalu mewarnai jendela dunia, penaku adalah aksara yang mampu mengukir perasaan insan.”

Di jalan ini daku menyapa senja.
Di bawah kaki sepuh Donggala.

Ia datang setelah gata lalu hilang.
Secawan riuh gulungan ombak bak murung.

Burung burung membawa seruling mega.
Kini aku menari di dahan merdu kicauan cinta.

Riuh histori mengingatkan daku di lembayung.
Temaram telah basah yang kampa tandang.

Kini sang surya masih terlihat benih lara.
Namun, lirih tatkala membakar bak onggokannya.

Kini diriku yang tenang.
Mengingat masa lalu telah hilang.

Setelah basah menggigil atmaku di kaki donggala.
Sahaja bertawakal, dukacita hilang cinta yang anitya.

Serasa angkuh melayang layang.
Bak kalbu ku tiada lagi detak raga dalam doa aksara.

M4ti tak kunjung tepi di sepuh donggala.
Telah hanyut 1.770 hari dalam puing puing kota.

Sumpah serapah tak berkiblat melama.
Hingga rona jingga pulang membisik daku jalan di asmara.

Palu, 9 April 2023
IRFAN CHOELY

Kategori
Berita

DALAM SENJA

DALAM SENJA

Irfan ChoeLy

Pada anak ombak aku bertanya..
Layaknya matahari melambai kelabu dalam panasnya..
Aku bersikap dalam isak memenjarakan orkestra cinta yang pasti..
Apakah memilih tinggal atau dengan pergi..

Lagi…
Pada anak ombak aku bertanya..
Menjadi suci pada malam yang senja..
Atau memilih dalam ketelanjangan tertawa..
Atau bersama menaiki ke nirwana bahagia..

Tapi…
Dikau lebih memilih pergi daripada tinggal berdua.
Bila ini adalah tanda putusan netra yang luka memilih pergi..
Ijinkan daksaku bersentuh dengan kuasa..
Kugores luka kenangan dalam lentera..
Gelombang api memisahkan fatamorgana..

Dalam senja..
Hatiku di tengah kesunyian kian hampa..
Ombak tatkala melambai suara..
Di kala lentera naik membakar jiwa..
Apalah daya, bibirmu memilih pergi atas kuasa..

Moga moga cinta yang barumu dapat singgah..
Sekalipun badai utara tersipu yang basah..
Dikau meski tegar berdiri gagah dalam prahara..

Sukmaku so tiada lagi aku bertanya..
Gontai rapuhku tanamkan dalam api sengsara.
Dalam damai ada penderitaan asmara.,

Palu, 8 April 2023
IRFAN CHOELY ✍🏽📚

Kategori
Berita

Perlukah Mahasiswa Berorganisasi???

Mahasiswa adalah salah satu komponen penting dari suatu perguruan tinggi atau universitas. Menjadi mahasiswa tentunya bukan sesuatu hal yang mudah, tetapi dengan menjadi mahasiswa seseorang bisa berkesempatan untuk lebih banyak belajar sekaligus mengembangkan potensi diri. Hal tersebut bisa dipelajari salah satunya dengan cara mengikuti dan aktif dalam suatu organisasi, karena banyak sekali keuntungan dari organisasi untuk seluruh mahasiswa.
Organisasi mampu mengembangkan diri kamu dengan cara yang lebih bebas dan luas. Tentunya mahasiswa yang mengikuti suatu organisasi akan berbeda dengan mahasiswa yang hanya belajar di kelas saja. Organisasi dapat melatih kedisiplinan, keberanian, mengembangkan kemampuan. Baik kemampuan yang sederhana maupun kemampuan yang baru, unik, dan berbeda dari kebanyakan orang.

Foto Diskusi Mapala Iguana

Manfaat Organisasi Bagi Mahasiswa
Organisasi sebagai salah satu bagian penggerak dari suatu perguruan tinggi atau universitas tentunya memiliki peranan yang sangat penting. Begitu juga dengan komponen yang ada di dalamnya, semua sangat berperan penting. Sehingga, hal tersebut dapat sangat bermanfaat. Berikut ini adalah beberapa manfaat organisasi bagi mahasiswa yang aktif di dalamnya.

Foto Keluarga Besar Mapala Iguana

Meningkatkan pengetahuan dan wawasan
Dengan mengikuti suatu organisasi, mahasiswa akan belajar tentang banyak hal. Seperti membuat proposal kegiatan, mengatur anggaran, mencari sponsor/donatur dan berhubungan dengan banyak orang, sehingga hal tersebut secara tidak langsung dapat memberikan pengetahuan serta wawasan yang lebih luas daripada sekedar berdiam diri di kelas.

Memperluas pergaulan
Suatu organisasi adalah perkumpulan banyak mahasiswa yang tentunya berasal dari jurusan yang berbeda, daerah yang berbeda, juga cara bicara yang berbeda. Manfaat organisasi bagi mahasiswa akan dapat dirasakan karena pergaulan yang semakin luas, dan juga bertambahnya intensitas bertemu dengan orang baru.

Belajar mengatur waktu
Mahasiswa secara tidak langsung akan belajar disiplin dan mengatur waktu. Karena dengan mengikuti organisasi, mahasiswa akan dituntut tepat waktu dalam suatu pertemuan atau kegiatan sehingga dapat bertanggung jawab atas waktu yang dilewatkan, juga dapat mengatur kapan waktu untuk bermain di organisasi ataupun waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas.

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Manfaat organisasi bagi mahasiswa yang selanjutnya, adalah dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa suatu organisasi memungkinkan mahasiswa untuk bertemu dengan banyak orang. Sehingga hal ini mendorong setiap anggota untuk bisa meningkatkan komunikasi tatap muka dan juga bisa melatih public speaking mahasiswa saat melakukan presentasi kegiatan.

Dengan berbagai kegiatan yang ada, baik yang diselenggarakan di dalam kampus maupun di luar kampus. Hal ini memungkinkan setiap mahasiswa dapat mencari donatur dan juga sponsor untuk kegiatan besar. Sehingga mahasiswa akan mencari dan menghubungi kontak orang-orang yang penting dan mampu memperluas jaringan mereka dengan mudah. Manfaat organisasi bagi mahasiswa tersebut dapat menjadikan mahasiswa lebih dikenal dan berdampak baik untuk masa depan mereka setelah lulus.
Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan
Jika seorang mahasiswa masuk ke dalam suatu organisasi di kampus, biasanya mereka akan dihadapkan dengan berbagai masalah organisasi yang harus mereka cari solusinya. Organisasi juga menyelenggarakan kegiatan, yang tentunya dari kegiatan tersebut juga mempunyai kendala, sehingga secara tidak langsung mahasiswa akan belajar mengenai problem solving, terbiasa dengan banyak masalah dan akhirnya kuat dalam menghadapi berbagai tekanan.
Melatih jiwa kepemimpinan
Manfaat organisasi bagi mahasiswa yang berikutnya adalah bisa melatih jiwa kepemimpinan. Dalam suatu organisasi, biasanya terdapat struktur organisasi yang dipimpin oleh ketua. Tetapi kemampuan memimpin harus ada dalam setiap anggota organisasi baik sekretaris, bendahara, maupun divisi-divisi lainnya seperti hubungan masyarakat, evaluasi dan pengembangan juga melatih jiwa kepemimpinan dari masing-masing mahasiswa yang mengikuti organisasi.
Ajang berlatih menuju ke dunia kerja
Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa organisasi menjadikan anggotanya displin, dan berani bersosialisasi. Sehingga hal ini dapat berguna untuk melatih diri agar mampu bekerja dengan baik masuk ke dunia kerja yang sesungguhnya. Suatu organisasi membiasakan anggotanya, sehingga mereka tidak terkejut saat mulai memasuki dunia kerja yang melelahkan serta menekan kesehatan mental.
Manfaat organisasi bagi mahasiswa yang tentunya dapat dilihat dan dirasakan secara langsung adalah kerjasama. Dimana sebuah organisasi mengumpulkan banyak mahasiswa untuk mencapai tujuan bersama, hal ini tentunya akan melatih kerjasama team dengan adanya kegiatan yang harus didiskusikan dalam waktu pertemuan yang diadakan secara berkala.
Tips memilih organisasi bagi mahasiswa baru
Organisasi sebagai elemen penting tentunya memiliki banyak manfaat. Tetapi tidak jarang ada beberapa mahasiswa yang merasa salah memilih organisasi dan akhirnya tidak bisa merasakan manfaat dari suatu organisasi secara tepat. Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut ini adalah tips yang dapat dijadikan sebagai pegangan oleh mahasiswa baru untuk memilih organisasi yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Perhatikan dan pahami visi & misi organisasi
Setelah mengetahui banyak manfaat organisasi bagi mahasiswa, sebaiknya mahasiswa dapat mengetahui terkait dengan visi dan misi atau tujuan dari organisasi terlebih dahulu sebelum memutuskan diri untuk bergabung di dalamnya. Karena hal ini akan sangat berpengaruh untuk keberlangsungan tugas masing-masing mahasiswa dan juga pengalaman menarik yang akan didapatkan melalui organisasi tersebut.
Pelajari jenis kegiatan dan sesuaikan dengan waktu belajar wajib
Banyak sekali mahasiswa yang lebih memilih fokus terhadap organisasi dan justru meninggalkan tugas dan kewajiban menjadi seorang mahasiswa yang harus diselesaikan. Hal tersebut biasanya terjadi karena mahasiswa belum bisa menyesuaikan waktu dan juga organisasi yang dapat menyeimbangkannya dengan tugas dari jurusan. Oleh sebab itu, pilihlah organisasi yang sesuai baik dari segi jenis kegiatan maupun waktu penyelenggaraannya.
Menyesuaikan posisi dalam organisasi
Suatu organisasi memiliki bagian dan posisi yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan setiap anggota memiliki pengalaman yang berbeda. Jadi sebelum menetapkan posisi, mahasiswa diperkenankan memilih dengan cara mengukur kemampuan dan juga waktu luang agar bisa dengan tepat merasakan manfaat organisasi bagi mahasiswa secara maksimal tanpa tekanan dan juga dapat mengembangkan diri secara optimal pada masing-masing bidang.
Itulah beberapa manfaat organisasi bagi mahasiswa beserta dengan tips agar kamu tidak salah mengambil keputusan untuk bergabung dalam suatu organisasi. Setelah membacanya, ternyata banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapatkan ya jika kamu mengikuti dan juga aktif di dalam suatu organisasi. Jadikan masa kuliahmu lebih unik dan menarik dengan mengikuti organisasi yang kamu suka dan dapat mengembangkan potensi diri kamu.

Kategori
Berita

Tantangan Membangun Demokrasi Sehat Dalam Pembangunan Nasional

Secara etimologi Birokrasi berasal dari Bahasa Perancis yaitu “bureau” yang berarti meja/kantor. sedangkan secara terminologi birokrasi dijelaskan sebagai seperangkat aturan yang disusun serta dikendalikan melalui proses-proses diatas meja dan perkantoran. Birokrasi merupakan bagian dari sebuah struktur yang hierarkies dengan segala fungsi dan tanggung jawabnya kepada berbagai pihak yang didasarkan pada pembagian tugas pokok dan rincian permasalahan yang harus diselesaikan. Pada perkembangan era modern, birokrasi diasosiakan dengan lembaga/institusi formal kenegaraan sebagai sebuah fasilitas politik dan pemerintahan dalam mengatur dan mengendalikan negara melalui konsep trias politika dari masing-masing badan dengan segala rincian tugas pokok dan fungsinya. Sehingga, birokrasi diidentikkan dengan lembaga formal kenegaraan eksekutif, legislatif dan yudikatif sebagai wajah dan bentuk dari birokrasi itu sendiri.

Weber (Dalam Tazid, 2020) mengungkapkan bahwa birokrasi merupakan bagian dari pengejawantahan konsep rasional instrumental yang memiliki jalan pemikiran formal dalam memberikan pilihan mean (alat) dan end (tujuan) sebagai kesadaran kultur, tradisi dan hukum sehari-hari melalui prosedur institusional atau kelembagaan, sehingga memiliki pengaruh yang besar dalam pengoperasian stabilitas berbagai tujuan utama dari organisasi yang dijalankan. Bahkan Weber lebih memperkecil lagi pikiran birokrasi menjadi konsep otoritas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi operasionalnya berdasarkan 3 (tiga) institusional yang berkembang di tengah masyarakat, yaitu:

mekanisme tradisi yang dilakukan secara turun menurun dan Legitimasi kekuasaannya berasal dari loyalitas masyarakat dalam menjalankan mesin birokrasinya. Tipe birokrasi yang menggunakan otoritas tradisional tersebut sangat bergantung pada beberapa hal yaitu 1) Gerontokrasi, yaitu kekuasaan mutlak yang dipegang berdasarkan usia, kedewasaan, kebaikan, moralitas dan kematangan spiritual. 2) Patriarkhalisme, yaitu otoritas yang diberikan kepada kaum laki-laki dalam memutuskan suatu hal yang berkaitan dengan perangkat kekuasaan dibandingkan perempuan. 3) Patrimonialisme, yaitu kewenangan atau otoritas yang diberikan berdasarkan genitas atau garis keturunan.

Otoritas Kharismatik, yaitu kewenangan (authority) dan kekuasaan (power) berdasarkan pada pesona dari seorang pemimpin dalam mempengaruhi berbagai tindakan seseorang.

Otoritas Legal Rasional, kewenangan (authority) dan kekuasaan (power) berdasarkan proses-proses formal dalam penentuan seorang pemimpin melalui pemikiran-pemikiran rasional dari seseorang berlandaskan peraturan dan hukum sebagai aturan mainnya atau prosedur formal.

membangun otoritas rasional sebagai upaya konkrit menciptakan ideal typus dalam menjalankan segala aktifitas birokrasi yang memiliki legalitas yang kuat. Sebab posisi rasionalitas dalam pelaksanaan otoritas legal yang disandarkan dengan konsep ideal typhus, diyakini Weber akan melahirkan ide profesionalitas dan akan mencapai hasil maksimal dalam upaya mengurus organisasi, negara dan pemerintahan melalui tugas yang terorganisir, jabatan yang hierarkies, teknis aturan legal, pembagian tugas yang proporsional, administrasi bersifat dokumentatif serta sistem otoritas bersifat multidimensional dengan hak dan kewajiban yang disesuaikan dengan mekanisme organisasi dan aturan yang berlaku (Toye, 2006). Sedangkan menurut Martin Albrow (2004), melakukan analisis mengenai praktek birokrasi dengan konklusi 7 (tujuh) konsepsinya mengenai birokrasi. Konsepsi, yaitu: (1) Birokrasi sebagai organisasi rasional; (2) Birokrasi sebagai inefesiensi organisasi; (3) Birokrasi sebagai kekuasaan yang dijalankan para pejabat; (4) Birokrasi sebagai administrasi negara (publik); (5) Birokrasi sebagai administrasi yang dijalankan pejabat; (6) Birokrasi sebagai suatu organisasi; dan (7) Birokrasi sebagai masyrakat modern. Sedangkan, Ibnu Khaldun (1977) sendiri menggambarkan birokrasi negara sebagai sebuah siyasah dengan pandangan dasarnya mengenai tipologi birokrasi ideal sebagai jalan mengatur negara dan pemerintahan dengan baik dengan berbagai penguatan serta mengidentifikasikan siyasah menjadi siyasah diniyah, siyasah ‘aqliyah dan siyasah madaniyah. 1) Siyasah Diniyah, merupakan birokrasi yang dioperasikan dengan aturan agama dan syariat sebagai panduan dasarnya dalam menciptakan birokrasi yang stabil. 2) Siyasah ‘Aqliyah, merupakan birokrasi yang dioperasikan dengan pemikiran atau rasio sebagai pedoman dalam menciptakan birokrasi yang rasional. Dan 3) Siyasah Madaniyah (Republik ala Plato) merupakan suatu Negara yang diperintah oleh segelintir golongan elit atas sebagian besar golongan budak yang tidak mempunyai hak pilih (Al-Chaidar, 2020).

Keyakinan Max Weber mengenai implikasi membangun birokrasi rasional dengan berbagai struktur dan gagasan intinya berupaya memberikan sebuah pemahaman integral bahwa organisasi yang dijalankan harus berdasarkan pada efektifitas, kontrol dan membangun aspek kedisiplinan pada lingkungan kerjanya. Kekuasaan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan dengan mengedepankan egoisentrisme dan egosektoralisme, sehingga kekuasaan yang dijalankan tidak memiliki aturan main yang jelas dan terarah. Penguatan kontrol dengan menguatkan kapasitas, kapabilitas dan kompetensi pemimpin juga menjadi bagian terpenting dalam membangun birokrasi yang kapabel.
Profesionalitas pada bidang pekerjaan berdasarkan amanah yang diberikan melalui penguatan komitmen yang baik (good commitment) dari setiap aktor dalam berbagai lembaga politik, sosial, ekonomi dan berbagai institusi professional lainnya menjadi kata kunci dari peluang besar tercapainya cita-cita dan harapan pembangunan yang menjadi target dan tujuan bersama sebagai konsekuensi logis dari terciptanya good governance dan good government. Akan tetapi, Weber juga melakukan pembatasan dalam dimensi pelaksanaan otoritas legal-rasional melalui konsep kolegial (melibatkan stake holders), distribusi tanggung jawab, administrasi sehat, sistem terbuka dan transparan, pelaksanaan sistem representasi dan implementasi rekruitmen terbuka melalui prosedur yang sesuai dengan tersedianya aturan sebagai pedoman kinerja yang jelas, terutama panduan bagi para birokrat dan pejabat negara yang memiliki tanggung jawab yang besar pada amanah kesejahteraan rakyat yang diembannya, bukan amanah personal dan komunal yang sifatnya eksklusifitas kesejahteraan bersifat pribadi dan golongan.

Membangun struktur pemerintahan yang baik artinya sama dengan membangun birokrasi yang sehat, sedangkan membangun birokrasi yang sehat sama artinya dengan upaya membangun peradaban yang berkualitas dan memiliki manfaat besar bagi cita-cita pembangunan sebuah bangsa dan negara. Standar membangun birokrasi sehat tentunya dapat disimpulkan kedalam beberapa hal, yaitu:

Birokrasi yang didalamnya di isi oleh orang-orang yang memiliki kualitas, kapasitas, kompetensi, dedikasi dan integritas yang tinggi, sehingga orientasi kinerjanya adalah menyeimbangkan antara basis profesionalitas dengan profit material sebagai orientasi dari kinerja yang dijalankannya.

Birokrasi yang dibangun dengan implementasi sistem pemerintahan yang baik berdarkan aturan kinerja yang jelas dan tegas serta dimengerti sebagai panduan bersama dalam menjalankan organisasi negara dan pemerintahan sebagai instrumen ideal menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat tanpa diskriminasi.

Penyediaan pelayanan yang terus ditingkatkan kualitasnya, bebas korupsi serta memiliki akuntabilitas yang tinggi dalam penyelenggaraan organisasi, negara dan pemerintahan, sehingga semua program dan target nasional dapat direalisasikan.

Cara yang bisa dilakukan secara bersama-sama dalam upaya menciptakan birokrasi yang sehat serta memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat adalah dengan beberapa teknik, yaitu, 1) Penyelenggaraan Rekruitmen Sehat dalam penempatan orang diberbagai posisi dan struktur berdasarkan klasifikasi dan keahliannya, bukan berdasarkan kedekatan, proses transaksional dan nepotisme yang berkepanjangan. 2) Membangun Administrasi Sehat dalam penyelenggaraan organisasi, negara dan pemerintahan berdasarkan ketentuan, aturan dan konsensus bersama dalam penyelenggaraannya, sebab administrasi sehat dapat menyingkirkan kultur administrasi negosiasi dalam realita birokrasi kita selama ini. Dan yang tidak kalah penting dari itu mengenai 3) Dibangunnya Sistem yang Sehat berdasarkan kearifan lokal dan nilai-nilai kebaikan yang berkembang di sebuah organisasi, negara dan pemerintahan. Seandainyapun ingin mengadopsi nilai-nilai yang baik dari konsep organisasi, negara dan pemerintahan negara lain, maka yang harus diperhatikan adalah berkaitan dengan konsistensi dengan tujuan mulia yang hendak dicapai dalam pembangunan nasional terutama dalam peningkatan sumber daya manusia dan pelestarian sumber daya alam sebagai kekayaan yang harus digunakan untuk merealisasikan kemajuan bersama.

Tantangan Pembangunan: Korupsi

Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 1-3 telah menjadi pemandu bagi para elit untuk menjalankan birokrasi berdasarkan tujuan utama menyejahterakan rakyat. Sebab para pemegang otoritas kekuasaan diberikan kewenangan dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan negara secara holistik dan berkelanjutan. Akan tetapi, terdapat tantangan dalam pelaksanaan pembangunan nasional secara komprehenshif mengenai berkembangnya perilaku korupsi di kalangan para pejabat atau birokrat yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan birokrasi. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan terdapat 397 pejabat publik yang terjerat kasus korupsi dari tahun 2004 sampai bulan Mei 2020 dengan rincian 257 merupakan anggota DPR RI dan DPRD dan 119 merupakan Bupati/Wali Kota. Bahkan kerugian negara akibat perilaku korupsi yang masih terus terjadi hingga saat ini dengan akumulasi sebesar 168 triliyun.

Pemaparan data KPK tersebut, tentu menjadi beban moral tersendiri dalam upaya membangun birokrasi sehat yang memiliki dampak besar bagi kemajuan pembangunan nasional, sebab perilaku korupsi telah menjadi patologi yang teramat berat dalam membangun semangat kemajuan di berbagai sektor pembangunan itu sendiri. Jika dahulu Bureaumania yang merupakan penyakit birokrasi yang menunjukkan kekakuan dalam kekuasaan menjadi salah satu penyakit birokrasi di abad 17. Pada abad 19 penyakit birokrasi seperti yang disampaikan Weber mengenai Birokrasi Irrasional yang dianggap red tape serta mengacaukan berbagai strategi, kebijakan dan tujuan birokrasi rasional sebagai jawaban utama dalam menghadapi tantangan kemajuan peradaban. Sedangkan Ibnu Khaldun melihat disorientasi sebagai kesalahan berpikir dalam menjalankan birokrasi yang baik, sebab birokrasi seharusnya dijalankan dengan dasar kepentingan negara, bukan kepentingan komunal.

Mencermati khusus perilaku korupsi yang saat ini menjadi tantangan besar di berbagai negara berkembang termasuk di Indonesia. Kecenderungan muncul dan terus berkembangnya perilaku korupsi akibat terus berkembangnya praktek kejahatan birokrasi atau Bureaucracy of crime dengan berbagai bentuk dan modifikasinya. Konsep kejahatan birokrasi tersebut merujuk pada berbagai perilaku amoral yang dilakukan pejabat publik atau calon pejabat publik dengan berbagai vareasi tindaknnya yang menyalahi aturan dan perundang-undangan. Gambaran kejahatan birokrasi tersebut bisa kita cermati dari masih berkembangnya praktek percaloan dalam berbagai praktek pelayanan publik, rekruitmen pegawai, dll. Sedangkan dalam politik juga masih belum bisa tuntasnya persoalan politik uang (money politics) dalam setiap kontentasi pemilu/pilkada bahkan masih belum jelasnya/debatable dari aturan mahar dan setoran politik dalam aktifitas perpolitikan itu sendiri. Sedangkan dalam beberapa kasus korupsi yang terjadi dalam kebijakan pembangunan strategis, muncul fenomena vee proyek yang semakin memperjelas bahwa tantangan terbesar membangun birokrasi sehat saat ini adalah Korupsi. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga martabat bangsa dengan menghentikan segera perilaku korupsi di semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara dengan terus meningkatkan kesadaran kolektif bahwa negara ini milik bersama, harus dikelola dengan prinsip green policy dan penerapan law enforcement dengan mengedepankan pendekatan nilai berdasarkan dedikasi, integritas dan tanggung jawab yang kuat sebagai prinsip dasar mensukseskan harapan dan cita-cita pembangunan nasional.

Sumber :
Albrow, Martin. 2004. Birokrasi, Yogyakarta: Tiara Wacana (Cetakan Ke-3)
Tazid, Abu (2020). Interrelasi Disiplin Ilmu Sosiologi: Catatan Kunci dan Ikhtisar Teoritik. Surabaya: Jakad Media Publishing
Al Chaidar. Nomokrasi Islam di Indonesia. Aceh Anthropological Journal, Volume 4, No. 1, 1-34, April 2020
Toye, John. Modern Bureaucracy, Research Paper No. 2006/52, Unived Nations University, May 2006

Tantangan Membangun Birokrasi Sehat dalam Pembangunan Nasional

Kategori
Berita

Manajemen Strategi

Manajemen Strategi adalah rangkaian dua perkataan terdiri dari kata “Manajemen” dan “Strategi” yang masing-masing memiliki pengertian tersendiri, yang setelah dirangkaikan menjadi satu terminologi berubah dengan memiliki pengertian tersendiri pula.

Pengertian Manajemen Strategi Menurut Para Ahli
Berikut ini terdapat beberapa pengertian manajemen strategi menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut David, 2011:6
    Manajemen strategi adalah seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memungkinkan sebuah organisasi untuk mencapai tujuan.
  2. Menurut Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV)
    Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya.
    Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata.
  3. Menurut Michael Polter
    Manajemen strategi adalah sesuatu yang membuat perusahaan secara keseluruhan berjumlah lebih dari bagian-bagian dengan demikian ada unsur sinergi di dalamnya.
  4. Menurut H. Igor Ansoff
    Manajemen strategi adalah analisis yang logis tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan baik yang berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.
    Karakteristik Manajemen Strategi
    Berikut ini terdapat beberapa karakteristik dari manajemen strategi, antara lain sebagai berikut:
    Manajemen Strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen di lingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk Rencana Strategi (RENSTRA) yang dijabarkan menjadi Perencanaan Operasional (RENOP), yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk Program- program kerja.
    Rencana Strategi berorientasi pada jangkauan masa depan ( 25-30 tahun). Sedang Rencana Operasionalnya ditetapkan untuk setiap tahun atau setiap lima tahun.
    VISI, MISI, pemilihan strategi yang menghasilkan Strategi Utama (Induk) dan Tujuan Strategi Organisasi untuk jangka panjang, merupakan acuan dalam merumuskan RENSTRA, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan Manajemen Puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat di dalamnya.
    RENSTRA dijabarkan menjadi RENOP yang antara lain berisi program-program operasional.
    Penetapan RENSTRA dan RENOP harus melibatkan Manajemen Puncak (Pimpinan) karena sifatnya sangat mendasar dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi.
    Pengimplementasian Strategi dalam program-program untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
    Berdasarkan karakteristik dan komponen Manajemen Strategi sebagai sistem, terlihat banyak faktor yang mempengaruhi tingkat intensitas dan formalitas pengimplementasiannya di lingkungan organisasi non profit (pendidikan).
    Beberapa faktor tersebut antara lain adalah ukuran besarnya organisasi, gaya manajemen dari pimpinan, kompleksitas lingkungan ideologi, sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya termasuk kependudukan, peraturan pemerintah dsb. sebagai tantangan eksternal.
    Tingkat intensitas dan formalitas itu dipengaruhi juga oleh tantangan internal, antara lain berupa kemampuan menterjemahkan strategi menjadi proses atau rangkaian kegiatan pelaksanaan pekerjaan sebagai pelayanan umum yang efektif, efisien dan berkualitas (dalam bidang pendidikan misalnya menetapkan model atau sistem instruksional, sumber-sumber belajar, media pembelajaran dll).
    Fungsi Manajemen Strategi
    Berikut ini terdapat beberapa fungsi manajemen strategi, antara lain sebagai berikut:
    Membuat keputusan strategis
    Menyusun planning strategis
    Meninjauan atau evaluasi strategis.
    Manajemen strategis merupakan proses dari suatu rangkaian kegiatan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, yang di tetapkan oleh seorang pemimpin dan di implementasikan oleh seluruh staff dalam suatu ruang linkup organisasi, demi tercapainya tujuan yang di kehendaki.
    Seni untuk mengatur
    Tujuan Manajemen Strategi
    Menurut Suwandiyanto “2010:02” terdapat empat tujuan manajemen strategi yaitu:
    Memberikan Arah Pencapaian Tujuan Organisasi atau Perusahaan
    Dalam hal ini, manajer strategi harus mampu menunjukkan kepada semua pihak kemana arah tujuan organisasi atau perusahaan. Karena arah yang jelas akan dapat dijadikan landasan untuk pengendalian dan mengevaluasi keberhasilan.
    Membantu Memikirkan Kepentingan Berbagai Pihak
    Organisasi atau perusahaan harus mempertemukan kebutuhan berbagai pihak, pemasok, karyawan, pemegang saham, pihak perbankan dan masyarakat luas lainnya yang memegang peranan terhadap sukses atau gagalnya perusahaan.
    Mengantisipasi Setiap Perubahan Kembali Secara Merata
    Manajemen strategi memungkinkan eksekutif puncak untuk mengantisipasi perubahan dan menyiapkan pedoman dan pengendalian, sehingga dapat memperluas kerangka waktu/berpikir secara perspektif dan memahami kontribusi yang baik untuk hari ini dan hari esok.
    Berhubungan Dengan Efisiensi Dan Efektivitas
    Tanggung jawab seorang manajer bukan hanya mengkonsentrasikan terhadap kemampuan atas kepentingan efisiensi akan tetapi hendaknya juga mempunyai perhatian yang serius agar bekerja keras melakukan sesuatu secara lebih baik dan efektif.
    Proses Manajemen Strategi
  5. Menetapkan Arah dan Misi Organisasi
    Setiap organisasi pasti mempunyai visi,misi dan tujuan. Visi, misi dan tujuan ini akan menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi,misi, dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombang-ambingkan oleh situasi eksternal.
    Perubahan yang tidak mempunyai visi, misi dan tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh sesuap nasi. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan skala menengah dan atas.
  6. Memahami Lingkungan Internal dan Eksternal
    Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan oraganisasi sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap setiap perubahan, selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isu kritis mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan.
    Lingkungan terdiri dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal berada di luar perusahaan sedangkan lingkungan internal berada di dalam perusahaan.
    Lingkungan eksternal: Memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity) dan acaman (threats) Terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum
    Lingkungan internal: Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness). Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan sumber daya.
  7. Perumusan Strategi “Strategy Formulation”
    Perumusan strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis, analisa SWOT: mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang.
    ANALISA SWOT
    Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi.
    Strength (Kekuatan)
    adalah suatu kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik (diatas rata-rata industri).
    Weakness (Kelemahan)
    adalah kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi.
    Opportunity (Peluang)
    adalah suatu potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun.
    Threats (Ancaman)
    adalah suatu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja pihak pesaing, yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan hari.
  8. Implementasi Strategi “Strategy Implemented”
    Impelementasi strategi ialah tahap selanjutnya sesudah perumusan strategi yang ditetapkan. Penerapan strategi ini memerlukan suatu keputusan dari pihak yang berwenang dalam mengambil keputusan untuk menetapkan tujuan tahunan, menyusun kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat dilaksanakan.
    Pada tahap ini dilakukan pengembangan strategi pendukung budaya, merencanakan struktur organisasi yang efektif mengatur ulang usaha pemasaran yang dilakukan, mempersiapkan budget, mengembangkan dan utilisasi sistem informasi serta menghubungkan kompensasi karyawan terhadap kinerja organisasi.
  9. Evaluasi Strategi “Strategy Evaluation”
    Evaluasi strategi ialah tahap akhir dalam manajemen strategis. Manajer sangat membutuhkan untuk tahu kapan strategi tertentu tidak bekerja dengan baik. Evaluasi strategi ialah alat untuk memperoleh informasi ini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan penilaian atau melakukan proses evaluasi strategi.
    Dalam penilaian strategi terdapat tiga aktivitas penilaian yang mendasar yaitu:
    Peninjauan ulang faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi landasan bagi strategi saat ini.
    Pengukuran kinerja.
    Pengambilan langkah korektif.
    Penilaian strategi sangat diperlukan oleh suatu perusahaan karena strategi yang berhasil untuk saat ini tidak selalu berhasil untuk dimasa yang akan datang.
    Dimensi-Dimensi Manajemen Strategi
    Berdasarkan pengertian dan karakteristiknya dapat disimpulkan bahwa Manajemen Strategi memiliki beberapa dimensi atau bersifat multidimensional. Dimensi-dimensi dimaksud adalah :
    Dimensi Waktu dan Orientasi Masa Depan
    Manajemen Strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut dirumuskan dan ditetapkan sebagai Visi organisasi yang akan diwujudkan 25-30 tahun lebih di masa depan.
    Menurut Hadari Nawawi (2005 : 155), Visi dapat diartikan sebagai “kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi organisasi di masa depan”. Sehubungan dengan itu Lonnie Helgerson yang dikutip oleh J. Salusu dalam bukunnya Hadari Nawawi mengatakan bahwa : “Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dapat dibaca oleh setiaporang (anggota organisasi).
    Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan menyerukan pada setiap orang untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus dirumuskan oleh manajemen puncak organisasi”. Masih menurut J. Salusu yang mengutip pendapat Naisibit : “Visi merupakan gambaran yang jelas tentang apa yang akan dicapai berikut rincian dan instruksi setiap langkah untuk mencapai tujuan.
    Suatu visi dikatakan efektif jika sangat diperlukan dan memberikan kepuasan, menghargai masa lalu sebagai pengantar massa depan”. Masih dalam Hadari Nawawi, menurut Kotler yang juga dikutip oleh J. Salusu dikatakan bahwa : “Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh, serta aspirasi dan cita-cita masa depan.
    Sehingga secara sederhana Visi organisasi dapat diartikan sebagai sudut pandang ke masa depan dalam mewujudkan tujuan strategi organisasi, yang berpengaruh langsung pada misinya sekarang dan di masa depan. Sehubungan dengan itu Misi organisasi pada dasarnya berarti keseluruhan tugas pokok yang dijabarkan dari tujuan strategi untuk mewujudkan visi organisasi.
    Dimensi Internal dan Eksternal
    Dimensi Internal adalah kondisi organisasi non profit (pendidikan) pada saat sekarang, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan EVALUASI DIRI antara lain dengan menggunakan Analisis Kuantitatif dengan menggunakan perhitungan-perhitungan statistik, menggunakan data kuantitatif yang tersedia di dalam Sistem Informasi Manajemen(SIM).
    Namun kerap kali data kuantitatif tidak memadai, karena lemahnya SIM dalam mencatat, mencari, melakukan penelitian dan mengembangkan data pada masa lalu. Oleh karena itu Evaluasi Diri tidak boleh tergantung sepenuhnya pada data kuantitatif, karena dapat juga dilakukan dengan Analisis Kualitatif dengan menggunakan berbagai informasi kualitatif atau sebagian data kuantitatif dan sebagian lagi data kualitatif.
    Untuk Analisis Kualitatif dapat dilakukan dengan menggunakan Analisis SWOT. Dimensi lingkungan eksternal pada dasarnya merupakan analisis terhadap lingkungan sekitar organisasi (sekolah), yang terdiri dari Lingkungan Operasional, Lingkungan Nasional dan Lingkungan Global,
    yang mencakup berbagai aspek atau kondisi, antara lain kondisi sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama, dll. Pengimplementasian Manajemen Strategi perlu mengidentifikasi dan mendayagunakan kelebihan atau kekuatan dan mengatasi hambatan atau kelemahan organisasi.
    Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber
    Manajemen strategi sebagai kegiatan manajemen tidak dapat melepaskan diri dari kemampuan mendayagunakan berbagai sumber daya yang dimiliki, agar secara terintegrasi terimplementasikan dalam fungsi – fungsi manajemen ke arah tercapainya sasaran yang telah ditetapkan di dalam setiap RENOP, dalam rangka mencapai Tujuan Strategi melalui pelaksanaan Misi untuk mewujudkan Visi Organisasi (sekolah).
    Sumber daya yang ada terdiri dari Sumber Daya Material khususnya berupa sara dan prasarana, Sumber Daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program, Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Teknologi dan Sumber Daya Informasi. Semua sumberdaya ini dikategorikan dalam sumber daya internal, yang dalam rangka evaluasi diri (Analisis Internal) harus diketahui dengan tepat kondisinya.
    Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak (Pimpinan)
    Manajemen strategi yang dimulai dengan menyusun Rencana Strategi merupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat diwujudkan.
    Rencana Strategi harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya di masa depan merupakan wewenang dan tanggung jawab manajemen puncak.
    Rencana Strategi sebagai keputusan utama yang prinsipil, tidak saja ditetapkan dengan mengikutsertakan, tetapi harus dilakukan secara proaktif oleh manajemen puncak, karena seluruh kegiatan untuk merealisasikannya merupakan tanggung jawabnya.
    Dimensi Multi Bidang
    Manajemen Strategi sebagai Sistem, pengimplementasiannya harus didasari dengan menempatkan organisasi sebagai suatu sistem. Dengan demikian berarti sebuah organisasi akan dapat menyusun RENSTRA dan RENOP jika tidak memiliki keterikatan atau ketergantungan sebagai bawahan pada organisasi lain sebagai atasan.
    Dalam kondisi sebagai bawahan (sekolah merupakan bawahan Dinas P & K) berarti tidak memiliki kewenangan penuh dalam memilih dan menetapkan visi, misi, tujuan dan strategi. Sekolah hanya berperan sebagai penyusun RENOP dan program tahunan.
    Dari uraian tersebut jelas bahwa RENSTRA dan RENOP bersifat multi dimensi, terutama jika perumusan RENSTRA hanya dilakukan pada banyak organisasi non profit termasuk pendidikan yang tertinggi. Dengan dimensi yang banyak tersebut, maka mudah terjadi tidak seluruh dimensi dapat diakomodasi.
    Manfaat Menejemen Strategi
    Berdasarkan keunggulan yang dapat diwujudkan seperti telah diuraikan di atas, berarti dalam pengimplemantasian Manajemen Strategi di lingkungan organisasi pendidikan terdapat beberapa manfaat yang dapat memperkuat usaha mewujudkannya secara efektif dan efisien.
    Manfaat yang dapat dipetik adalah : “manajemen strategi dapat mengurangi ketidakpastian dan kekomplekan dalam menyusun perencanaan sebagai fungsi manajemen, dan dalam proses pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan semua sumber daya yang secara nyata dimiliki melalui proses yang terintegrasi dengan fungsi manajemen yang lainnya dan dapat dinilai hasilnya berdasarkan tujuan organisasi.” Secara terinci manfaat manajemen strategi bagi organisasi non profit (pendidikan) adalah :
    Organisasi pendidikan (sekolah) sebagai organisasi kerja menjadi dinamis, karena RENSTRA dan RENOP harus terus menerus disesuaikan dengan kondisi realistik organisasi (analisis internal) dan kondisi lingkungan (analisis eksternal) yang selalu berubah terutama karena pengaruh globalisasi. Dengan kata lain Manajemen Strategi sebagai pengelolaan dan pengendalian yang bekerja secara realistik dalam dinamikanya, akan selalu terarah pada Tujuan Strategi dan Misi yang realistik pula.
    Implementasi Manajemen strategi melalui realiasi RENSTRA dan RENOP berfungsi sebagai pengendali dalam mempergunakan semua sumber daya yang dimiliki secara terintegrasi dalam pelaksanaan fungsi – fungsi manajemen, agar berlangsung sebagai proses yang efektif dan efisien. Dengan demikian berarti Manajemen Strategi mampu menunjang fungsi kontrol, sehingga seluruh proses pencapaian Tujuan Strategi dan perwujudan Visi berlangsung secara terkendali.
    Manajemen Strategi diimplementasikan dengan memilih dan menetapkan strategi sebagai pendekatan yang logis, rasional dan sistematik, yang menjadi acuan untuk mempermudah perumusan dan pelaksanaan program kerja. Strategi yang dipilihdan disepakati dapat memperkecil dan bahkan meniadakan perbedaan dan pertentangan pendapat dalam mewujudkan keunggulan yang terarah pada pencapaian tujuan strategi.
    Manajemen Strategi dapat berfungsi sebagai sarana dalam mengkomunikasikan gagasan, kreativitas, prakarsa, inovasi dan informasi baru serta cara merespon perubahan dan perkembangan lingkungan operasional, nasional dan global, pada semua pihak sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Dengan demikian akan memudahkan dalam menyepakati perubahan atau pengembangan strategi yang akan dilaksanakan, sesuai dengan atau tanpa merubah keunggulan yang akan diwujudkan oleh organisasi.
    Manajemen Strategi sebagai paradigma baru di lingkungan organisasi pendidikan, dapat mendorong perilaku proaktif semua pihak untuk ikut serta sesuai posisi, wewenang dan tanggungjawab masing – masing. Dengan demikian setiap unit dan atau satuan kerja akan berusaha mewujudkan keunggulan di bidangnya untuk memperkuat keunggulan organisasi.
    Manajemen Strategi di dalam organisasi pendidikan menuntut semua yang terkait untuk ikut berpartisipasi, yang berdampak pada meningkatnya perasaan ikut memiliki (sense of belonging), perasaan ikut bertanggungjawab (sense of responsibility), dan perasaan ikut berpartisipasi (sense of participation).
    Dengan kata lain manajemen strategi berfungsi pula menyatukan sikap bahwa keberhasilan bukan sekedar untuk menajemen puncak, tetapi merupakan keberhasilan bersama atau untuk keseluruhan organisasi dan bahkan untuk masyarakat yang dilayani.
    Berdasarkan uraian tentang keunggulan dan manfaat manajemen strategi di atas perlu dipahami bahwa pengimplementasiannya di lingkungan organisasi pendidikan bukanlah jaminan kesuksesan. Keberhasilan tergantung pada SDM atau pelaksananya bukan pada Manajemen Strategi sebagai sarana.
    SDM sebagai pelaksana harus terdiri dari personil yang profesional, memiliki wawasan yang luas dan yang terpenting adalah memiliki komitmen yang tinggi terhadap moral dan/atau etika untuk tidak menggunakan manajemen strategi demi kepentingan diri sendiri atau kelompok.
Kategori
Berita

Siapa itu Mahasiswa dan Apa Peran serta Tanggung Jawabnya?

Halo sobat mahasiswa!
Pada kesempatan kali ini, Kmi akan menyuguhkan artikel yang sedikit berbeda.
Pada artikel kali ini kami akan memberikan pemahaman kepada kamu mengenai esensi dari mahasiswa itu sendiri.
Harapannya, dengan memahami esensi dari mahasiswa, maka kamu dapat lebih memahami peran dan tanggung jawab kamu sebagai seorang mahasiswa.
Dengan begitu, maka fungsi dari mahasiswa yang melekat pada diri kamu (atau akan melekat pada kamu calon mahasiswa) dapat dijalankan dengan lebih maksimal.
Yuk, tanpa basa-basi lebih lama, kita simak artikel di bawah ini!
Definisi Mahasiswa
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi.
Sementara itu, Sarwono menyatakan mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya, karena adanya suatu perguruan tinggi.
Berdasarkan 2 pengertian di atas, dapat kita pahami bersama bahwa mahasiswa adalah sekelompok orang dalam sebuah masyarakat yang memperoleh predikatnya karena belajar di sebuah perguruan tinggi.
Perguruan tinggi disini sendiri beragam, dari mulai universitas, institut, politeknik, sekolah tinggi, dan lain-lain.
Sebagai sebuah kelompok yang cukup terpandang dalam sebuah lapisan masyarakat akibat jenjang pendidikan yang tinggi, mahasiswa diharapkan menjadi calon-calon cendekiawan dan aktor-aktor intelektual yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan, sobat!
Oleh karena itu, terdapat beberapa peran dan tanggung jawab yang melekat pada diri tiap-tiap mahasiswa itu sendiri.
Peran Mahasiswa
paling tidak terdapat 4 peran utama yang harus dilakoni oleh tiap-tiap orang ketika menyandang status sebagai seorang mahasiswa.
Ke 4 peran itu terbagi menjadi peran moral, peran sosial, peran akademik, dan peran politik.
Lalu, apa sih maksud keempat peran tersebut?

  1. Peran Moral
    Seorang mahasiswa harus melakukan tindakan-tindakan yang bermoral dan menghindari tindakan-tindakan tidak bermoral atau amoral di tengah-tengah masyarakat.
    Sebagai contoh, seorang mahasiswa harus selalu bersikap jujur dalam kehidupan bermasyarakat.
    Sikap-sikap kecil seperti jujur yang dilakukan oleh mahasiswa dapat berdampak positif kepada masyarakat, karena posisi mahasiswa yang cukup terpandang dapat membuat masyarakat meniru apa yang dilakukan.
    Sebaliknya, jika mahasiswa melakukan tindakan-tindakan amoral atau amoral, hal itu dapat menimbulkan efek yang cukup besar.
    Tidak hanya menjadi contoh yang buruk bagi masyarakat, hal itu juga menunjukkan kehancuran suatu generasi intelektual muda yang direpresentasikan oleh mahasiswa itu sendiri.
  2. Peran Sosial
    Nah, peran kedua yang harus dimainkan oleh mahasiswa adalah peran sosial, sobat!
    Seorang mahasiswa tidak boleh menjadi menara gading. Ia harus membaur dan menyatu dengan masyarakat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang berkembang.
    Salah satu poin dalam Tri Dharma Perguruan tinggi sendiri adalah pengabdian terhadap masyarakat.
    Oleh kampus, hal ini biasanya diwujudkan dalam bentuk kuliah kerja nyata (KKN) yang menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa.
    Ketika KKN, setiap kelompok mahasiswa diwajibkan untuk menjalankan program-program kerja yang bermanfaat dan bernilai sosial bagi masyarakat.
    Sementara oleh pemerintah, dalam beberapa tahun terakhir telah dilaksanakan program kreativitas mahasiswa (PKM) yang bertujuan untuk mendukung kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengentaskan masalah masyarakat.
    Selain mengikuti program yang dirancang oleh kampus/pemerintah, ada banyak jalur lain bagi mahasiswa untuk memainkan peran sosial.
    Hal ini dari mulai mengikuti organisasi-organisasi kampus hingga kegiatan-kegiatan kerelawanan di luar kampus.
    Aktivitas yang dapat diikuti pun beragam, mulai dari aktivitas sosial kecil-kecilan seperti penggalangan dana hingga yang lebih besar seperti pengabdian masyarakat.
    Semuanya memiliki tujuan yang sama: yaitu berbuat baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
  3. Peran Akademik
    Selain kedua peran di atas, tiap-tiap mahasiswa juga memiliki peran akademik.
    Meskipun tidak seluruh mahasiswa melamar menjadi seorang akademisi atau berkarir di bidang akademik, namun setiap mahasiswa tetap memiliki peran akademik.
    Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa sekelompok orang yang berkesempatan menikmati jenjang pendidikan tinggi.
    Peluang yang diperoleh itu harus dimanfaatkan untuk memperoleh ilmu yang sebanyak-banyaknya di bangku kuliah.
    Apalagi, setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab tersendiri terhadap orang tua dan keluarga.
    Semua orang tua pasti berharap untuk kuliah dengan baik dan maksimal agar memiliki masa depan yang lebih baik.
    Mahasiswa juga berprestasi di kampus, regional, nasional hingga internasional untuk tetap dapat meningkatkan akreditasi kampusnya.
    Selain itu mahasiswa juga untuk menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dengan IP yang baik.
    Oleh karena itu, jangan pernah kesampingkan peran ini ya sobat!
  4. Peran Politik
    Peran terakhir ini mungkin yang paling sensitif dan berbahaya, sobat. Peran itu adalah peran politik.
    Sebagai pemegang tampuk kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang, seorang mahasiswa juga harus turut peduli terhadap kondisi politik dalam negeri.
    Berbeda dengan politik praktis, peran politik yang dimainkan oleh mahasiswa harus sepenuhnya dilandaskan oleh dorongan moral dan semangat untuk mengusung aspirasi rakyat.
    Predikat kelompok intelektual yang disandang oleh mahasiswa membuat mahasiswa memiliki beragam cara untuk menyampaikan pesan politiknya, dari mulai lobi, audiensi, hingga aksi demo.
    Kapasitas mahasiswa sebagai salah satu kekuatan politik juga tidak boleh diragukan, sobat!
    Dalam sejarah bangsa Indonesia sendiri, sudah dua kali terjadi pergantian rezim dan tatanan politik yang dimotori oleh mahasiswa, yaitu pada tahun 1966 dan 1998.
    Tanggung Jawab Mahasiswa
    Selain berbagai peran di atas, mahasiswa juga memiliki beragam tanggung jawab.
  5. Agen Perubahan
    Pertama, mahasiswa bertanggung jawab sebagai agen perubahan atau agen perubahan.
    Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertanggung jawab untuk menjadi tonggak bagi perubahan dan kebangkitan bangsa ke arah yang lebih baik.
    Sepanjang sejarah, telah dua kali terjadi perubahan fundamental dalam kehidupan bangsa yang dimotori oleh mahasiswa, yaitu pada masa change Orde Lama ke Orde Baru di tahun 1966 dan kelahiran Reformasi di tahun 1998.
    Berkat kebebasan yang telah kita peroleh pada hari ini, peran mahasiswa sebagai agen perubahan tidak terbatas pada aksi-aksi demo.
    Ada banyak cara untuk menciptakan perubahan di masyarakat, seperti menciptakan teknologi baru yang bermanfaat, berwirausaha untuk membuka lapangan pekerjaan, melakukan kampanye sosial, dan lain-lain.
  6. Stok Besi Iron
    Status sebagai kelompok terpelajar membuat mahasiswa menjadi dilihat dari lapisan masyarakat lainnya.
    Mahasiswa sering dianggap sebagai generasi emas yang akan mendukung estafet kepemimpinan dengan lebih baik akibat ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
    Sebagai bekal besi , mahasiswa bertanggung jawab untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
    Ia harus mapan secara intelektual maupun emosional. Regenerasi kepemimpinan bangsa sangat mendukung pada kualitas kelompok terpelajar bangsa itu sendiri.
  7. Kekuatan Moral
    Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi kekuatan moral di tengah-tengah masyarakat.
    Maksud dari moral force atau pasukan moral disini adalah mahasiswa harus menjadi representasi bagi moral yang baik untuk masyarakat.
    Mahasiswa harus menjadi panutan di masyarakat dalam berperilaku, berpenampilan, maupun kutipan.
    Menjaga tanggung jawab untuk tindakan-tindakan tindakan immoral dan amoral termasuk dari mahasiswa. Oleh karena itu, kamu harus selalu melakukan tindakan-tindakan yang baik ya sobat!
  8. Agen Kontrol Sosial
    Tanggung jawab mahasiswa yang terakhir (tapi bukan berarti paling tidak penting) adalah kontrol sosial .
    Hal ini terkait erat dengan salah satu tujuan dari pendidikan tinggi itu sendiri, yaitu untuk mengabdi kepada masyarakat.
    Mahasiswa harus mau membaur menjadi bagian dari masyarakat dan menjadi pemecah masalah bagi berbagai masalah di masyarakat.
    Selain itu, mahasiswa juga bertanggung jawab untuk menjembatani komunikasi pemerintah dengan masyarakat.
    Mahasiswa dapat mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mungkin bermanfaat namun belum diketahui oleh masyarakat.
    Sebaliknya, mahasiswa juga harus menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah.
    Hal ini dapat dilakukan dengan menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, atau mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
    Dengan memainkan peran sebagai agent of social control , diharapkan dapat terciptanya masyarakat yang dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan dan hak-hak masyarakat itu sendiri.
    Nah sobat, itu sedikit artikel tentang esensi mahasiswa. Semoga artikel ini bermanfaat dan kamu dapat segera melaksanakan peran dan tanggung jawabmu di masyarakat ya, sobat!
    Peran dan tanggung jawab ini juga harus kamu imbangi lho, karena semua peran itu penting.
    Kamu tidak boleh terlalu fokus di peran akademik dan abai terhadap peran sosial-politikmu karena itu menjadi individu yang apatis terhadap kehidupan di sekitar.
    Kamu juga tidak boleh hanya memainkan peran sosial-politik dan melupakan peran akademik, karena itu akan mengancam proses perkuliahanmu dan tentu saja mengecewakan orang tua yang kamu sayangi.
    intinya semua harus ya, sobat!
    hidup mahasiswa!

Sumber : https://ruangmahasiswa.com/mahasiswa/mengenal-mahasiswa-peran-dan-tanggung-jawab/

Kategori
Berita

BEM, APA SIH???

Sifat atau Karakteristik BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)
Tahukah kamu jika pengertian BEM tidak semata-mata pengertian secara teoritis saja. Itu sebabnya dalam realita di lapangan, setiap anggota bem tidak akan dijelaskan pengertian BEM secara teoritis. Tetapi juga harus memiliki karakteristik dan sikap. Diantarannya harus memiliki sifat kekeluargaan, membina dan mampu mendisiplinkan anggotanya.
Adapun sifiat dasar dari pengertian BEM, yaitu bersifat independen dan demokratis. Kedua sifat ini harus berjalan seiring dan sehaluan agar program-program yang dijalankan tetap berjalan lancar. Memang penting menciptakan organisasi yang demokratis. Hal ini sesuai dengan gelora mahasiswa yang butuh ruang untuk mengekpresikan diri menyalurkan pendapat.
Apa Fungsi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)?
Belum afdol jika pengertian BEM hanya di artikan sebagai satu sisi saja. Ternyata BEM memiliki fungsinya untuk menampung aspirasi dan keluhan.
Jadi segala keluhan dan aspirasi mahasiwa bisa disampaikan ke BEM terlebih dahulu, kemudian nantinya akan disampaikan ke Direktorat Pelayanan Kegiatan Mahasiswa. Jadi ada jalurnya agar aspirasi ingin disampaikan ke pihak kampus.
Berikut ini adalah beberapa fungsi Badan Eksekutif Mahasiswa :
• Sebagai lembaga tinggi mahasiswa yang akan mengakomodir seluruh kepentingan mahasiswa di kampus.
• Sebagai Agent of change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
• Sebagai social control dalam melihat setiap kebijakan baik dalam lembaga kampus maupun dalam pemerintahan Republik Indonesia ( regional dan nasional )
• Membangun sinergitas dengan seluruh ormawa di kampus.
• Sebagai fasilitator dalam menjaring aspirasi mahasiswa.
Tidak dapat dipungkiri pula, ada banyak permasalahan yang terjadi disetiap perguruan tinggi. Tanpa ketercuali. Dari berbagai macam permasalahan inilah BEM sebagai penengah atau mediasi. Sekaligus sebagai pihak yang membantu menyamakan persepsi agar tidak terjadi multitafsir. Sehingga masalah yang besar bisa disederhanakan dan tidak berbuntut pada permasalahan yang berlarut-larut.
Terkait teknis bagaimana cara menyamakan persepsi dalam menghadap permasalahan di kampus. Tentu saja semua kembali dan diserahkan kemasing-masing BEM di kampus. Ada yang dilakukan dengan cara diskusi, evaluasi atau dengan musyarah.
Mengapa Harus Ada BEM? Ini Tujuannya
Tujuan BEM secara umum dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :

  1. Dapat menciptakan situasi yang kondusif di kampus
    Pertama, mampu menciptakan situasi yang kondusif di kampus atau organisasi intra kampus atau Ormawa.
  2. Dapat mewujudkan kesejahteraan mahasiswa di Perguruan Tinggi
    Kedua, mampu mewujudkan kesehateraan mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Karena jika hal tidak bisa menjaga kesejahteraan, maka akan terjadi kesenjangan atau carut marut.
  3. Dapat menjungjung tinggi nilai kebangsaan
    Ketiga, tujuan dari BEM tentu saja menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Terutama kebangsaan di lingkungan universitas. Meskipun demikian, menjunjung tinggi kebangsaan di luar kampus juga sama pentingnya.
  4. Dapat menjadi sarana belajar mahasiswa
    BEM menjadi organisasi yang bisa dijadikan oleh mahasiswa untuk belajar berbagai kemampuan, khususnya lebih ke arah soft skills seperti kepemimpinan, public speaking, komunikasi, kerja sama dan masih banyak lagi.
    Perlukah Mengikuti Organisasi BEM?
    Jika kamu ingin memiliki pengalaman berorganisasi dan mengasah soft skills kamu maka mengikuti BEM adalah pilihan terbaik. Kamu akan belajar di sana, jika kamu serius bahkan kamu bisa menjadi ketua, tentu saja bisa memperbagus CV kamu bukan.
    Rata-rata orang yang mengikuti organisasi pada saat kuliah akan lebih mudah dalam mencari pekerjaan. Mengikut organisasi BEM juga sangat cocok untuk kamu yang sering gabuts atau tidak punya pekerjaan.
    Kalau ditanya perlu atau tidak? Balik ke masing-masing, jika kamu memiliki kegiatan di luar yang cukup banyak seperti kerja freelance atau organisasi yang lain maka mengikuti BEM bukan menjadi pilihan.
    Dari ulasan tentang pengertian BEM dan segala pernah-pernik di atas. Setidaknya kamu sudah tahu bagaimana dan seperti apa sih BEM itu. meskipun BEM ini sebagai organisasi kampus, jangan anggap sepele loh. Banyak yang mengikuti kegiatan BEM setelah lulus memiliki banyak jalan dan koneksi.
    Tentu saja akan banyak manfaat mengikuti BEM. Selain mendapatkan teman baru. Kamu pun juga akan belajar bekerja secara tim, belajar berorganisasi, belajar berkomunikasi dengan pihak-pihak luar dan yang paling penting nih, belajar kepemimpinan dan speakup. Setidaknya pelajaran-pelajaran ini tampak sepele, namun secara tidak langsung sangat mempengaruhi dan menentukan nasib kamu dalam bekerja selulus kuliah
Kategori
Berita

Peran Konsultan Manajemen dan Jenisnya

Konsultasi Manajemen dianggap banyak orang sebagai ungkapan yang agak mencolok. Anda mungkin pernah berinteraksi dengan beragam orang yang menyebut diri mereka sebagai “konsultan” – entah itu konsultan SDM, konsultan keuangan, atau konsultan analis bisnis.

Ungkapan “konsultasi manajemen” lebih tepat, mengacu pada industri dan praktik untuk memberikan panduan kepada manajemen untuk meningkatkan kinerja organisasi.


Organisasi klien biasanya berpusat pada bisnis, namun konsultan manajemen juga memberi saran kepada lembaga pemerintah dan organisasi nirlaba. Pemahaman dasar tentang kesamaan dan berbagai jenis perusahaan yang ada. Konsultan manajemen akan membantu perusahaan menavigasi kegiatan yang efisien (yang diperlukan oleh perusahaan) melalui serangkaian metode konsultasi manajemen yang dimiliki oleh konsultan.


Dalam hal rekrutmen karyawan misalnya, Umumnya, sebagian besar perusahaan terkemuka mempekerjakan orang-orang cerdas yang dapat berpikir dengan baik di bawah mereka, memecahkan masalah, berkomunikasi dalam tim, dan menunjukkan profesionalisme dengan klien.

Kegiatan rekrutmen karyawan yang sesuai dengan keinginan perusahaan baiknya diserahkan kepada konsultan manajemen karna mereka berpengalaman dalam mengumpulkan informasi, mengenkripsi wawasan, dan mengkomunikasikan solusi untuk perusahaan.


Bisa saja internal perusahaan yang melakukan proses rekrutmen (Divisi SDM/HRD), namun kami sarankan perusahaan berfokus pada bisnis saja agar tujuan utama perusahaan dapat tercapai, karna proses rekrutmen tidaklah ringan dan cepat, proses tersebut akan menyita waktu dan pikiran serta penggunaan tools yang banyak untuk mendapatkan seorang karyawan yang ideal bagi perusahaan.


Apabila Anda bekerjasama dengan konsultan manajemen, ketahuilah bahwa Konsultan ini cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya dalam rapat tim, pertemuan klien, analisis data, dan pembuatan slide.

Terkadang konsultan manajemen dikritik karena seringnya melakukan rapat, namun pekerjaan tersebut yang akan memberikan solusi yang mengarah pada perbaikan substansial bagi organisasi klien.

Konsutan Manajemen pada dasarnya sangatlah luas ruang lingkup kerjanya, namun secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi salah satu dari berikut. Kategorinya adalah:
1. Konsultasi strategi
2. Perusahaan akuntansi
3. Spesialis IT
4. Konsultan internal
5. Konsultan independen


1) Konsultan strategi
Konsultan strategi umumnya memberi saran kepada manajemen senior (di semua industry) mengenai pertanyaan mendasar terkait pertanyaan : Strategi utama apa yang akan perusahaan lakukan di masa depan?.


Perusahaan konsultan strategi ini cenderung merekrut karyawan dari universitas terkemuka dan sekolah bisnis, sehingga mereka menempati urutan tertinggi dalam urutan pamor prestise karena Perusahaan konsultan strategi harus menangani pertanyaan yang sulit dari perusahaan besar dari tingkat CEO atau eksekutif senior untuk membuat strategi strategi yang kuat


Pertanyaan yang bisa dilakukan oleh perusahaan konsultan strategi meliputi:
1. Bagaimana kita menanggapi ancaman persaingan baru?
2. Pabrik / Cabang mana yang harus kita tutup?
3. Bagaimana kita bisa meningkatkan margin keuntungan kita?
4. Bagaimana kita bisa meningkatkan pangsa pasar kita?
5. Bagaimana cara meluncurkan produk baru ini?


Seorang konsultan strategi harus tahu dan paham jenis usaha klien agar bisa menjawab pertanyaan dengan baik dari sisi strategi bisnis, adapaun Pertanyaan yang umum di berikan klien adalah : “Kami adalah produsen peralatan rumah tangga senilai $ 2 Miliar. Penjualan baru-baru ini datar, namun marginnya menurun, bagaimana Anda mengidentifikasi untuk meningkatkan margin?.”


2) Konsultan Manajemen Spesialis Akuntansi
Konsultan Akuntansi lebih condong ke sisi memperbaiki laporan keuangan perusahaan (Neraca, Laba Rugi, Perubahan Modal dll) serta merapikan transaksi transaksi yang ada dan menjadikan file keuangan menjadi mudah di baca oleh direktur, maupun pemegang saham serta yang berkepentingan melihat laporan keuangan perusahaan.


Pertanyaan yang dapat diajukan oleh konsultan akuntansi untuk memulai pekerjaan mereka meliputi:
1. Proses pelaporan dan pelaporan keuangan apa yang tidak efisien?
2. Bagaimana kita bisa meningkatkan tingkat kepatuhan laporan keuangan kita?
3. Bagaimana cara meningkatkan arus kas dengan mengoptimalkan proses penagihan dan kebijakan pembayaran?

Kebanyakan perusahaan yang tidak memiliki laporan keuangan yang baik akan kebingungan ketika penjualan suatu produknya meningkat secara laporan penjualan namun dari sisi laba yang terkumpul tidak mencerminkan hasil penjualan.


Berarti ada kesalahan dalam pencataan laporan keuangan baik dari sisi biaya produksi yang besar namun tidak tahu sumber biaya terbesar tersebut, atau ada pihak pihak yang menggunakan laba perusahaan namun tidak sadar mengurangi dalam pencatatanya.


3) Konsultan Manajemen Spesialis IT
Tahukan Anda bahwa perusahaan IBM memiliki sekitar 100.000 konsultan IT? Meski memiliki banyak konsultan IT mereka juga menghasilkan sebagian besar uang mereka untuk produknya.


Kegiatan konsultasi bidang IT lebih kompleks dari konusltan akuntansi, karna lebih menyita tenaga dan pikiran.

Pada umumnya konsultan IT memiliki pertanyaan umum dalam mendeskrisikan ruang lingkup kerjanya, yaitu:
1. Bagaimana kita bisa mengotomatisasi sistem tradisional ini?
2. Bagaimana sebaiknya kita melakukan penyetelan ulang dan mengartikulasikan persyaratan khusus untuk menerima tawaran dari berbagai vendor IT?
3. Bagaimana kita harus menerapkan sistem perangkat lunak ERP (Enterprise Resource Planning) seluruh perusahaan atau sistem CRM (Customer Relationship Management)? (Contoh platform seperti itu mencakup SAP, Oracle, atau Salesforce.)
4. Sistem baru apa yang harus kita perbarui?
5. Bagaimana kita bisa memastikan data penting kita dienkripsi, didukung, diakses, dan aman?


Tugas penting konsultan IT mempercepat proses/alur kegiatan perusahaan dan memperbaiki system kerja yang tradisioinal menuju system yang lebih modern


5) Konsultan Internal Perusahaan
Banyak perusahaan yang hanya memiliki satu konsultan manajemen saja. Ini sangat umum bagi banyak perusahaan untuk memiliki kelompok internal yang beroperasi sebagai tim konsultasi, menangani peluang peningkatan produksi yang ada di dalam perusahaan.


Seringkali ketika perusahaan bekerja sama dengan konsultan konsultan strategi, Konsultan tersebut juga bisa disebut tim konsultan internal. Korporasi memiliki beberapa keuntungan dalam memiliki tim konsultan internal yang hadir.

Keuntungan hanya memiliki satu konsultan saja adalah:
1. Konsultan internal sudah terbiasa dengan bisnis
2. Biaya lebih murah dan
3. Seringkali konsultan manajemen dapat di tarik ke internal peruahaan untuk menduduki jabatan direktur atau manajer.


Pertanyaan yang mungkin ditangani konsultan internal meliputi:
1. Mengapa kita memiliki variasi biaya produksi seperti itu di berbagai bagian bisnis kita?
2. Peluang apa yang ada bagi kita untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan menyebarkannya ke seluruh dunia?
3. Bisnis apa yang akan membuat target akuisisi yang menarik bagi kita?
4. Apa yang dilakukan pesaing berkaitan dengan isu khusus ini?
5. Bagaimana kita melanjutkan usaha kita jika serikat pekerja mengorganisir sebuah pemogokan di pabrik kunci?
6) Konsultan Manajemen Independen


Konsultan independen kian marak, Yang (mungkin) lebih banyak daripada konsultan manajemen yang berbentuk PT. Konsultan ini bahkan tidak beroperasi di bawah bendera perusahaan besar.


Jiwa konsultan independen mengarah ke jiwa wiraswasta, mereka ini sering bekerja sendiri atau dalam tim yang sangat kecil dengan jumlah 2-6 orang. Konsultan yang independen umumnya telah sering mendapatkan keahlian mendalam sejak bertahun-tahun menangani jenis tantangan bisnis tertentu.


Orang-orang ini mungkin adalah veteran setengah pensiun yang terus menarik diri kembali ke proyek baru, atau kaum muda yang menginginkan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas dalam gaya hidup mereka. Konsultan independen sering menambah pendapatan mereka dengan pembinaan eksekutif, ceramah, atau proyek satu kali lainnya.


Kategorisasi luas ini dapat memberikan titik awal yang berguna dalam mengeksplorasi pilihan konsultasi manajemen. Mana yang terbaik? Itu sepenuhnya tergantung pada latar belakang dan tujuan Anda

Tertarik untuk berprofesi menjadi seorang konsultan manajemen??

Siapkan dirimu sedini mungkin untuk belajar banyak tentang ilmu manajemen…!!!

Sumber : https://forbisma.com

Kategori
Berita

Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli

Kalian pasti sering mendengar kata ekonomi di kehidupan sehari-hari, tetapi, apa sebenarnya ekonomi itu? Jangan-jangan, selama ini pemahaman kalian terhadap kata ini kurang tepat.
Secara dasar, ekonomi membahas mengenai kehidupan manusia dan dikaitkan dengan produksi, distribusi, serta konsumsi dari barang dan jasa. Namun, dalam perkembangannya, ekonomi memiliki banyak sekali arti dan pendefinisian. Tergantung dari siapa ahli yang kita tanya dan percayai.
Dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi kerap dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan uang, untung-rugi, ekspor-impor, jual-beli, produksi, distribusi, konsumsi, serta kesejahteraan.
Ekonomi sendiri dipelajari oleh ilmu ekonomi yang banyak membahas mengenai asas-asas dasar perekonomian seperti distribusi, produksi, dan konsumsi. Selain itu, dibahas pula faktor-faktor produksi dan proses yang ada pada perekonomian.
Secara umum, ilmu ekonomi kerap dibagi kedalam dua hal yaitu makro ekonomi dan mikro ekonomi. Makro ekonomi sendiri membahas ekonomi secara luas dan kerap memanfaatkan konteks regional dan antar wilayah. Sedangkan, mikro ekonomi sendiri membahas ekonomi secara sempit dan detail, ilmu ini kerap membahas mengenai kondisi perusahaan atau keuangan dari suatu project.
Ilmu ekonomi juga tidak bisa dipisahkan dari 3 prinsip ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Oleh karena itu, ketika berbicara mengenai ekonomi, kalian pasti akan banyak membahas mengenai 3 prinsip ini.
Dalam memahami ekonomi dan perekonomian, kita harus memahami terlebih dahulu apa sebenarnya arti dari istilah ekonomi. Berikut ini adalah pengertian ekonomi menurut bahasa, KBBI, dan pendapat para ahli.
Pengertian Ekonomi Berdasarkan Bahasa
Ekonomi sendiri berasal dari kata oikos dan nomos, dua kata yang berasal dari bahasa Yunani. Oikos sendiri memiliki arti household atau rumah tangga, sedangkan Nomos artinya adalah manage atau mengurus. Oleh karena itu, secara gamblang, arti dari ekonomi adalah memanajemen rumah tangga.
Namun, urusan rumah tangga dalam konteks ini adalah urusan keuangan, barang-barang, logistik, dan membagi-bagi tugas/kerja.
Oleh karena itu, pada awalnya ekonomi digunakan untuk menjelaskan hal-hal mikro, yang sekarang kita kenal dengan mikroekonomi. Pemahaman bahwa ekonomi bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan fenomena-fenomena kewilayahan baru muncul pada tahun 1960an.

Pengertian Ekonomi Menurut KBBI
Jika kita merujuk kepada kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), ekonomi didefinisikan sebagai ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang (konsumsi) serta kekayaan. Selain itu dibahas pula keuangan, perindustrian, dan perdagangan.
Selain itu, ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu bentuk pemanfaatan uang, tenaga, waktu, dan hal-hal berharga/bernilai lainnya dalam tata kehidupan baik dalam lingkup nasional ataupun lingkup rumah tangga.
Aristoteles
Menurut Aristoteles, ekonomi adalah suatu cabang yang membahas mengenai mengenai pertukaran (exchange) barang-barang ataupun jasa yang memiliki nilai tukar dan nilai guna.

Robbins
Berdasarkan Robbins, ekonomi adalah suatu studi mengenai perilaku manusia dan hubungannya antara tujuan yang ingin dicapai serta sumber daya yang dimiliki. Artinya, ekonomi banyak membahas mengenai optimalisasi sumber daya yang terbatas.

Abraham Maslow
Menurut Abraham Maslow, ekonomi adalah suatu bidang keilmuan yang menyelesaikan permasalahan-permasalahan kehidupan manusia lewat pemanfaatan sumber daya. Sumber daya disini dapat bermaksud sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
Sumber daya ini dimanfaatkan berdasarkan teori serta prinsip yang dipelajari dalam ilmu ekonomi. Harapannya adalah akan menciptakan sistem ekonomi yang efisien dan efektif.

Von Neumann dan Morgenstern
Von Neumann dan Mogenstern menyatakan bahwa ekonomi pada dasarnya adalah permainan antara dua atau lebih pemain. Para pemain ini berusaha untuk memaksimalkan keuntungan dan mengurangi kerugian/biaya.
Inti dari pernyataan Neumann dan Morgenstern ini adalah konsep cost benefit serta konsep maksimalisasi keuntungan dari sebuah aktivitas
Jack Hirshleifer
Menurut Jack Hirschleifer, ekonomi adalah sebuah studi mengenai pemilihan keputusan dalam kondisi-kondisi tertentu. Lingkup pembahasannya antara lain adalah bagaimana pengaruh antar aktor dalam mengambil keputusan, faktor pengambilan keputusan, serta apa yang menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut.

Alfred Marshall
Menurut Alfred Marshall, ekonomi adalah sebuah studi mengenai bagaimana manusia menjalani kehidupan, bergerak, serta berfikir dalam konteks sehari-hari. Oleh karena itu, konsep dan prinsip ekonomi seharusnya ada dalam setiap kegiatan kita sehari-hari menurut Marshall.
Paul Anthony Samuelson
Menurut Paul Anthony Samuelson, ekonomi adalah suatu cara yang dipakai oleh individu atau suatu kelompok dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas. Sumber daya ini dikelola sedemikian rupa guna menghasilkan manfaat yang paling besar untuk masyarakat.

John Stuart Mill
Menurut John Stuart Mill, ekonomi adalah sebuah ilmu yang berfokus pada proses penciptaan nilai tukar barang dan jasa serta peningkatan kekayaan dan kemakmuran suatu negara.

Hermawan Kartajaya
Pengertian ekonomi menurut Hermawan Kartajaya sangat simple, yaitu sebuah wadah dimana industri dan aktivitas-aktivitas terkait melekat diatasnya.

Amwal
Menurut Amwal, ekonomi adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari mengenai pembentukan keputusan yang efektif dan efisien untuk mengelola sumber daya. Sumber daya ini dikelola agar mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada pada individu dan masyarakat sekitar.
Suherman Rosyidi
Ekonomi menurut Suherman Rosyidi adalah cabang ilmu yang berupaya memberikan pengertian dan pengetahuan mengenai gejala yang timbul di masyarakat. Gejala-gejala yang dibahas berhubungan dengan upaya manusia untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.

Lipsey
Menuut Lipsey, ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana cara memanfaatkan suatu sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Disini, Lipsey mengeksplorasi mengenai kebutuhan manusia yang tidak terbatas (selalu ingin lebih) dan sumber daya yang terbatas jumlah dan kualitasnya.

M. Akram Khan
Menurut Akram, ekonomi adalah suatu ilmu yang bertujuan untuk mempelajari kesejahteraan manusia dan cara mencapainya. Disini, ia berpendapat bahwa cara mencapai kesejahteraan adalah dengan mengorganisasikan sumber daya yang ada di bumi untuk satu tujuan.

Adam Smith
Adam Smith terkenal oleh essay nya mengenai ekonomi dan kesejahteraan yaitu wealth of nations. Disini, Adam Smith mendefinisikan ekonomi sebagai suatu penyelidikan tentang keadaan suatu negara serta hal-hal yang menyebabkan suatu negara dapat sejahtera.

M. Manullang
Menurut Manullang, ekonomi adalah suatu studi yang membahas mengenai aktivitas-aktivitas manusia demi mencapai kemakmuran. Kemakmuran disini didefinisikan sebagai sebuah kondisi dimana manusia tersebut dapat memenuhi segala kebutuhannya, baik berupa barang ataupun jasa.
Case dan Fair
Menurut Case dan Fair, ekonomi adalah sebuah studi mengenai bagaimana masyarakat dan individu membentuk pilihan dalam menggunakan sumberdaya. Disini, dilihat bagaimana manusia menggunakan semua bentuk sumber daya, baik alam, manusia ataupun informasi.

Khurshid Ahmad
Menurut Khurshid Ahmad, ekonomi adalah suatu usaha untuk mensistematiskan serta memahami segala permasalahan dan perilaku manusia terkait barang/jasa/informasi yang bernilai (value).
Disini, Khursid menggunakan sudut pandang Islam untuk melihat hal-hal tersebut. Menurut Khurshid, dalam Islam tujuan utama dari ekonomi bukanlah pertumbuhan ekonomi, melainkan kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan Pengertian Ekonomi
Berdasarkan definisi para ahli, KBBI, serta penelusuran etimologis asal bahasa, kita dapat menafsirkan apa itu pengertian dari ekonomi. Mari kita review kembali apa itu sebenarnya ekonomi.
Secara umum, hampir semua ahli setuju bahwa ekonomi membahas mengenai sumber daya serta alokasi sumber daya tersebut untuk memenuhi kebutuhan.
Para ahli juga bersepakat bahwa ekonomi berhubungan erat dengan proses produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa.
Selain itu, banyak ahli yang setuju bahwa ekonomi juga berhubungan dengan meningkatkan kesejahteraan individu dan masyarakat. Karena tujuan akhir dari ekonomi adalah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia.
Oleh karena itu, dapat kita tarik kesimpulan bahwa pada dasarnya, ekonomi pada dasarnya adalah suatu ilmu yang mempelajari manajemen sumber daya yang terbatas, untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas.
Keinginan-keinginan ini bermuara pada pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam prosesnya, ada proses produksi, distribusi, dan pada akhirnya konsumsi.
Bagaimana? Sudah cukup jelas bukan apa sebenarnya yang dimaksud dengan ekonomi dan artinya apa. Sekarang, kalian pasti gak akan salah ketika diminta untuk menjelaskan apa itu ekonomi.

Sumber : https://insanpelajar.com/pengertian-ekonomi-menurut-para-ahli/

Kategori
Berita

Defenisi Demokrasi

Apa sih “Demokrasi” itu??

Sistem pemerintahan yang jadi dasar hukum suatu negara salah satunya adalah demokrasi. Pengertian demokrasi sebagai dasar hukum suatu negara sudah ada zaman Yunani Kuno.
Secara etimologi, demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘Demos’ (rakyat atau penduduk suatu tempat) dan ‘cratein’ atau ‘cratos’ (pemerintahan atau berkuasa).
Pengertian demokrasi yaitu sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Ada beberapa pengertian demokrasi menurut para ahli. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa pengertian demokrasi menurut ahli.

  1. Abraham Lincoln
    Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (Democracy id government on the people, by the people, and for people).
  2. Hans Kelsen
    Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat, kekuasaan Negara dijalankan oleh wakil-wakil rakyat.
  3. Joseph A. Schmeter
    Demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik di mana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat.
  4. Sidney Hook
    Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.
  5. Henry B. Mayo
    Demokrasi sebagai sistem politik merupakan suatu sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik
  6. Affan Gaffar
    Demokrasi dapat dimaknai dalam dua bentuk yaitu pemaknaan secara normatif dan empirik. Demokrasi normatif adalah demokrasi yang secara ideal hendak dilakukan oleh sebuah negara, sedangkan demokrasi empirik adalah demokrasi dalam perwujudan pada dunia politik praktis.
  7. Aristoteles
    Demokrasi adalah kebebasan setiap warga negara untuk saling berbagi kekuasaan. Demokrasi menurut Aristoteles mengemukakan ialah suatu kebebasan atau prinsip demokrasi ialah kebebasan. Ini karena hanya melalui kebebasanlah setiap warga negara bisa saling berbagi kekuasaan di dalam negaranya.
    Negara yang menggunakan sistem pemerintahan demokrasi memiliki ciri-ciri antara lain: adanya persamaan hak, kemerdekaan setiap warga negara, adanya pemilihan umum (pemilu), dan sistem perwakilan.
    Berdasarkan ciri-ciri di atas, jelas sistem demokrasi yang dianut dalam pemerintahan Indonesia. Menurut Moh. Mahfud MD dalam buku “Demokrasi dan Konstitusi Di Indonesia”, ada dua alasan dipilihnya demokrasi sebagai sistem masyarakat bernegara.
    Pertama, hampir semua negara di dunia menjadikan demokrasi sebagai asas yang fundamental. Kedua, demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arahan bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan negara sebagai organisasi tertingginya. Oleh karenanya masyarakat perlu mengetahui pengertian demokrasi secara benar.

Menurut mu, apa itu “Demokrasi”?

Sumber :  https://www.suara.com/news/2021/05/29/181249/pengertian-demokrasi-menurut-ahli

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai